JAKARTA – Sejumlah aktivis Muhammadiyah mendesak agar Dahnil Anzar Simanjuntak dicopot dari jabatannya menyusul pernyataannya yang dinilai tidak etis dengan menyebut kata “cangkem” saat menanggapi pernyataan Buya Anwar Abbas. Pernyataan tersebut menuai kecaman luas di internal Muhammadiyah.
Aktivis menilai penggunaan istilah tersebut tidak mencerminkan adab dan etika berorganisasi, terlebih ditujukan kepada Buya Anwar Abbas yang merupakan tokoh senior Muhammadiyah dan Wakil Ketua Umum PP Muhammadiyah.
“Ini bukan sekadar perbedaan pendapat, tapi soal adab. Menyebut ‘cangkem’ ke ulama senior jelas tidak pantas,” ujar salah satu aktivis Muhammadiyah.
Mereka menilai sikap Dahnil berpotensi mencederai marwah organisasi dan merusak tradisi dialog intelektual yang selama ini dijunjung tinggi Muhammadiyah. Oleh karena itu, desakan agar pimpinan mengambil langkah tegas pun menguat. muhammadiyah.id
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait tuntutan pencopotan tersebut. Sementara itu, polemik terus bergulir di media sosial dan forum internal warga persyarikatan.
Kasus ini menambah daftar dinamika internal Muhammadiyah yang menjadi perhatian publik, sekaligus memunculkan diskursus tentang pentingnya menjaga etika komunikasi, terutama di ruang publik dan media sosial.[]










