SEANTERONEWS.com – Masalah malaria di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mencakup sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi perhatian serius. Untuk mewujudkan IKN bebas malaria, Otorita Ibu Kota Nusantara terus berupaya membangun sistem kesehatan lingkungan yang kuat dan berkelanjutan.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengatakan bahwa upaya pengendalian malaria telah dilakukan sejak tahap awal pembangunan IKN. Hal tersebut disampaikannya di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu (20/12/2025).
Menurut Suwito, pembangunan sistem kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dalam pengendalian malaria sekaligus upaya mewujudkan IKN sebagai ibu kota masa depan yang sehat, aman, serta berdaya saing global.
Sebagai calon ibu kota Indonesia, IKN mengusung visi sebagai kota dunia untuk semua yang terbuka bagi masyarakat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama guna mewujudkan kota yang ekologis dan humanis.
“Bebas dari malaria menjadi bagian penting, termasuk dalam menghadapi potensi migrasi penduduk ke depan,” ujar Suwito.
Ia menambahkan, Otorita IKN harus memiliki kesiapan menghadapi peningkatan migrasi penduduk, terutama dari sisi kesehatan lingkungan, seiring pesatnya perkembangan kawasan IKN.
Kesiapan menjadikan IKN sebagai kawasan bebas malaria juga sejalan dengan target tahap kedua pembangunan IKN, khususnya dalam mengantisipasi meningkatnya aktivitas dan mobilitas penduduk.
“Pasti akan lebih banyak pekerja yang datang, terlebih saat ini pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif sedang berlangsung. Kami memastikan tidak ada penularan malaria hingga nantinya IKN resmi menjadi ibu kota,” kata Suwito.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Otorita IKN dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan dinas kesehatan setempat, serta diperkuat dengan dukungan kebijakan dan strategi yang disusun oleh Universitas Diponegoro.
“Kolaborasi ini menghasilkan kajian malaria yang menjadi dasar analisis lanjutan dalam perumusan kebijakan strategis,” jelasnya.
Suwito menegaskan, kebijakan dan strategi pengendalian malaria tersebut selaras dengan misi IKN sebagai kawasan bebas malaria dan diharapkan mampu memperkuat upaya pengendalian malaria di wilayah IKN secara berkelanjutan.










