SEANTERONEWS.com – Tools for Humanity, perusahaan di balik proyek identitas biometrik kontroversial World ID yang didirikan bersama oleh CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan peningkatan signifikan pada aplikasinya. Setelah berhasil memverifikasi hampir 18 juta pengguna sebagai “manusia unik” melalui pemindaian iris (Orb), World App kini meluncurkan fitur perpesanan end-to-end encrypted (E2EE) terbarunya, yang disebut World Chat.
Langkah ini menegaskan ambisi World App untuk menjadi “aplikasi super” dan secara fundamental mengubah cara komunikasi digital dilakukan, dengan fokus pada pencegahan bot dan penipuan identitas yang merajalela.
World Chat: Mengatasi Kelemahan Aplikasi Pesan Populer
Meskipun aplikasi perpesanan seperti Signal dan WhatsApp telah lama menawarkan enkripsi end-to-end, fitur tersebut tidak memiliki lapisan verifikasi identitas yang kokoh. Inilah celah yang coba diisi oleh World Chat.
Dalam World Chat, percakapan antara pengguna yang telah memverifikasi identitas mereka secara fisik melalui Orb (World ID) akan ditandai dengan gelembung pesan berwarna biru. Sementara itu, obrolan dengan akun yang belum diverifikasi akan muncul dalam warna abu-abu, memberikan konteks identitas yang jelas kepada pengguna.
Rob Pegoraro, seorang analis teknologi, mencatat bahwa inovasi ini secara efektif menggabungkan keamanan pesan dengan verifikasi identitas, sebuah fitur yang tidak ada pada pesaingnya. Fitur yang akan datang bahkan akan menjamin bahwa foto profil yang ditampilkan benar-benar cocok dengan potret yang tertanam dalam World ID pengguna.
Bukan Hanya Sekedar Chat, Tapi Ekosistem Keuangan Kripto
World App, yang memanfaatkan blockchain Ethereum untuk mencatat verifikasi World ID, juga memperluas integrasi kripto-nya. Peluncuran World Chat dibarengi dengan fitur baru yang mendukung:
-
Pembayaran Kripto P2P: Transfer mata uang digital antar individu.
-
Penyimpanan Stablecoin: Alat tambahan untuk menyimpan dan menukar stablecoin yang nilainya terikat pada mata uang dunia nyata.
-
Mini Apps: Kemampuan untuk menjalankan aplikasi kecil, seperti alat keuangan atau pasar prediksi, langsung di dalam percakapan.
World ID bertujuan untuk memecahkan masalah dasar di era AI: membedakan antara manusia dan kecerdasan buatan, atau bot. Dengan mencapai hampir 18 juta verifikasi, Tools for Humanity menunjukkan bahwa permintaan untuk “bukti keberadaan” digital ini sangat tinggi, meskipun proses verifikasi Orb sempat memicu perdebatan privasi dan regulasi di berbagai negara.
Peluncuran World Chat bukan hanya tentang perpesanan terenkripsi, tetapi tentang mendirikan fondasi di mana setiap interaksi digital dapat diverifikasi sebagai interaksi antar manusia. Hal ini berpotensi menjadi game changer dalam pertarungan melawan identitas palsu dan disinformasi online.










