SEANTERONEWS.com – Hujan lebat yang mengguyur sejak Kamis sore telah menyebabkan banjir di kawasan Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sekitar lima Rukun Tetangga (RT) dilaporkan terendam dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter, mengakibatkan aktivitas warga terganggu dan sebagian harus mengungsi ke tempat aman.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebut bahwa penyebab banjir tersebut antara lain adalah curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul di salah satu kali setempat. Akibat kondisi ini, penjagaan dan pemantauan darurat telah dilakukan oleh dinas-dinas terkait untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan.
BPBD mencatat bahwa lima RT yang terendam berada di kawasan Jati Padang dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Dari wilayah tersebut, sebanyak sepuluh warga telah dievakuasi dan mengungsi ke sebuah masjid terdekat untuk mendapatkan perlindungan sementara. Petugas terus bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan ketinggian air.
Sementara itu, wilayah lain seperti lima RT di Kelurahan Duren Tiga dan satu RT di Kelurahan Pela Mampang yang sempat terdampak kini telah surut sepenuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan cepat dan koordinasi antar instansi berjalan cukup efektif di beberapa titik rawan banjir.
Untuk mempercepat proses pemulihan, BPBD bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Mereka menurunkan sejumlah pompa air dan alat berat guna memperlancar aliran air serta membersihkan sisa lumpur di pemukiman warga.
Isnawa Adji mengimbau seluruh warga di Jakarta Selatan agar tetap waspada karena intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Ia juga mengingatkan bahwa layanan darurat 112 dapat dihubungi selama 24 jam untuk permintaan bantuan atau pelaporan kondisi darurat terkait banjir.
Di media sosial, warganet ramai membagikan foto dan video banjir yang melanda kawasan Jati Padang. Kejadian ini menimbulkan perhatian publik terhadap kondisi drainase dan tanggul di wilayah tersebut, sekaligus memunculkan diskusi mengenai pentingnya perawatan infrastruktur pengendalian banjir di Jakarta.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap sistem tanggul dan drainase, terutama setelah laporan adanya tanggul jebol di sekitar lokasi banjir. Upaya perbaikan dan penguatan infrastruktur sangat penting dilakukan agar risiko banjir dapat diminimalisir di masa mendatang.[]










