SEANTERONEWS.com – Salat Subuh pada hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri. Salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ adalah membaca Surah As-Sajdah pada rakaat pertama dan Surah Al-Insan pada rakaat kedua dalam salat Subuh Jumat. Amalan ini bukan sekadar bacaan rutin, melainkan sarat makna spiritual yang mengingatkan manusia akan penciptaan, kebangkitan, dan kehidupan akhirat.
Fatwa resmi yang dikeluarkan oleh Dar al-Ifta Mesir menegaskan bahwa hukum membaca kedua surah tersebut adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah ﷺ melakukannya secara konsisten setiap Subuh Jumat, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Bacaan ini menjadi penanda awal hari Jumat, menghidupkan suasana ruhani umat Islam, serta mengingatkan kembali akan hakikat kehidupan dan tujuan akhir manusia.
Surah As-Sajdah secara khusus mengandung kisah penciptaan manusia dari tanah, perjalanan hidup, hingga kebangkitan di hari akhir. Sementara Surah Al-Insan menggambarkan tentang balasan bagi orang-orang beriman, kenikmatan surga, dan keabadian kehidupan akhirat. Kedua surah ini membentuk rangkaian pesan spiritual yang mendalam, sehingga sangat sesuai untuk dibaca menjelang hari penuh keberkahan.
Para ulama menjelaskan, tidak ada kewajiban untuk membaca kedua surah ini. Salat Subuh Jumat tetap sah walaupun imam membaca surah lain. Namun, jika mampu dan tidak memberatkan makmum, sangat dianjurkan untuk membaca kedua surah secara penuh sebagaimana sunnah Nabi ﷺ. Dalam pelaksanaannya, imam juga dianjurkan untuk menjaga tempo bacaan agar khusyuk namun tidak terlalu panjang.
Amalan sunnah ini tidak hanya menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, tetapi juga membangun kesadaran ruhani umat setiap pekan. Dengan istiqamah mengamalkannya, umat Islam dapat memperdalam hubungan spiritual dengan Allah SWT dan menumbuhkan ketenangan jiwa dalam menghadapi kehidupan dunia.[]










