ACEHEDUKASI

Sejumlah Dosen Senior Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Tidak mendapatkan Jam Mengajar: Homebase Hanya Formalitas Akreditas

Lhokseumawe – Sejumlah dosen Senior Pascasarjana UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melontarkan kritik keras terhadap kebijakan internal kampus yang dinilai tidak berpihak pada profesionalisme akademik. Isu utama yang mencuat adalah status dosen homebase yang hanya dijadikan formalitas demi memenuhi syarat akreditasi, tanpa diimbangi dengan pembagian beban mengajar yang adil dan proporsional.

Para dosen mengungkapkan kekecewaan mereka setelah melihat Surat Keputusan (SK) pembagian mata kuliah semester ini. Ironisnya, terdapat dosen bergelar doktor yang sama sekali tidak diberikan mata kuliah untuk diajar, sementara dosen lain justru mendapatkan beban hingga 6 SKS. Ketidakadilan ini menimbulkan keresahan mendalam, mengingat kewajiban dosen homebase untuk aktif mengajar merupakan bagian integral dari Tridharma Perguruan Tinggi.

“Kalau dosen homebase tidak diberi mata kuliah, lalu apa gunanya kami tercatat sebagai homebase di Pascasarjana? Bukankah itu hanya sekadar formalitas akreditasi saja?” keluh salah seorang dosen yang enggan disebutkan namanya. Ia menegaskan, pembagian beban mengajar seharusnya mempertimbangkan aspek keilmuan, kompetensi, dan keadilan, bukan malah menimbulkan ketimpangan antar sesama dosen.

Keresahan dosen semakin beralasan karena menurut acuan BAN-PT/LAM serta Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, dosen wajib melaksanakan Tridharma, termasuk mengajar minimal satu mata kuliah setiap semester. Jika hal ini diabaikan, maka data di PDDikti berpotensi tidak valid dan berimbas pada turunnya nilai akreditasi. “Jangan sampai Pascasarjana ini hanya terlihat baik di atas kertas, tapi bobrok dalam praktiknya,” tambah seorang dosen lainnya.
Para dosen juga menyinggung kondisi pimpinan kampus yang sering terbebani dengan banyaknya urusan administrasi dan pengembangan institusi. Mereka memahami beban pimpinan, namun menegaskan bahwa itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan proporsionalitas pengajaran. “Kami khawatir, jika pola ini dibiarkan, kampus akan kehilangan kepercayaan masyarakat Pasee dan Aceh secara umum,” ungkap Dr. Tgk. M. Jafar, M.A., yang ikut menyoroti persoalan ini bersama koleganya, Dr. Usamah.

Kritik pedas para dosen ini pada akhirnya bukan bertujuan menjatuhkan institusi, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga marwah akademik UIN Sultanah Nahrasiyah. Harapannya, pihak Pascasarjana segera melakukan evaluasi dan pembenahan agar distribusi beban mengajar lebih merata, transparan, dan sesuai regulasi, sehingga kualitas pendidikan tetap terjaga dan akreditasi tidak terancam.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts