Seruan untuk Aksi Politik Terorganisir
seanteronews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengajak mahasiswa dan masyarakat sipil untuk bersatu dalam aksi konsolidasi nasional pada Senin, 25 Agustus 2025. Aksi ini diberi tajuk “Adili Pengkhianat Rakyat”, sebagai reaksi keras terhadap ketidakpedulian DPR dalam menghadapi tekanan ekonomi yang dirasakan rakyat.
Kritik Terarah terhadap Tunjangan Besar Anggota DPR
BEM UI menyoroti besarnya tunjangan jabatan anggota DPR, seperti tunjangan rumah mencapai Rp50 juta per bulan. Jika ditambahkan dengan gaji pokok dan tunjangan lain, total pendapatan anggota legislatif bisa melebihi Rp100 juta per bulan — jauh dari semangat solidaritas terhadap rakyat yang terus menderita di bawah tekanan ekonomi.
Ajakan Konsolidasi: Aksi Akbar di Kampus UI
Konsolidasi digelar interaktif di Kampus UI Depok pada pukul 17.00 WIB. Aksi ini juga dapat diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Poster undangan kampanye menampilkan kata-kata kuat “Satukan Gerakan, Adili Pengkhianat Rakyat!”, menggugah partisipasi luas untuk menyuarakan keadilan dan tuntutan reformasi legislatif.
Respon Publik dan Cerminan Keluarga Mahasiswa
Walaupun sebagian besar masyarakat menyambut ajakan ini sebagai bentuk perlawanan moral terhadap elit politik, beberapa kelompok mahasiswa seperti BEM SI Kerakyatan dan serikat buruh menyatakan tidak ikut serta. Mereka menganggap narasi aksi belum jelas siapa gagasannya, sehingga memilih untuk tidak tampil pada aksi tersebut.
Konteks Krisis dan Ketidakadilan Struktural
Aksi ini bukan semata kritik terhadap DPR, melainkan refleksi kekecewaan atas kebijakan yang memperburuk kesenjangan sosial. Ketika rakyat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, pelemahan daya beli, dan tekanan ekonomi, kebijakan tunjangan yang berlebihan dinilai menciderai kewajaran demokrasi dan komitmen negara terhadap keadilan.[]










