SPORT

Unggul 44 Poin, Marc Marquez Selangkah Lagi Juara Dunia MotoGP 2026

Marc Marquez berpeluang memastikan gelar juara dunia MotoGP 2026 lebih cepat saat tampil pada Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail
Cetak / PDF

SPAIN — Marc Marquez berpeluang memastikan gelar juara dunia MotoGP 2026 lebih cepat saat tampil pada Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail, 6-8 November.

Pembalap Ducati Lenovo Team tersebut memiliki keunggulan poin cukup besar setelah memenangi balapan utama MotoGP Malaysia di Sepang.

Kemenangan di Malaysia membuat Marquez semakin dekat dengan gelar juara dunia kedelapannya di kelas premier.

Namun, hasil di Qatar akan menentukan apakah persaingan gelar bisa berakhir lebih awal atau harus berlanjut hingga dua seri terakhir musim ini.

Marquez sendiri masih memilih untuk fokus menghadapi setiap sesi balapan. Dalam keterangannya kepada media di Qatar, Kamis (5/11/2026), ia mengatakan bahwa peluangnya memang semakin dekat, tetapi belum sepenuhnya aman karena masih ada sejumlah tahapan yang harus dilalui.

“Saya memang semakin dekat, tetapi masih belum sepenuhnya aman. Masih ada banyak hal yang harus dilalui,” ujar Marquez di laman resmi MotoGP yang dilihat Sabtu (7/11/2026).

Berdasarkan klasemen sementara setelah MotoGP Malaysia, Marquez mengoleksi 399 poin. Ia unggul 44 poin dari Jorge Martin yang berada di posisi kedua dengan 355 poin.

Sementara itu, Marco Bezzecchi menempati peringkat ketiga dengan 332 poin atau tertinggal 67 poin dari Marquez.

Pedro Acosta juga masih memiliki peluang matematis dengan koleksi 295 poin. Namun, posisi Marquez jauh lebih menguntungkan karena hanya tersisa tiga seri, termasuk Qatar, sebelum musim 2026 berakhir.

Peluang Marc Marquez Menang di MotoGP Qatar

Peluang Marquez meraih kemenangan di Qatar cukup terbuka. Salah satu indikator awal terlihat dari sesi latihan bebas pertama atau FP1, Jumat (6/11/2026).

Pembalap bernomor 93 tersebut mencatatkan waktu tercepat 1 menit 52,278 detik. Ia unggul 0,110 detik dari Bezzecchi yang berada di posisi kedua. Sementara Jorge Martin menempati urutan kelima dengan selisih 0,734 detik.

Catatan tersebut menjadi modal positif bagi Marquez. Apalagi, ia memiliki pengalaman meraih kemenangan di Lusail pada 2014 dan 2025.

Meski demikian, hasil FP1 belum cukup untuk memastikan siapa yang paling berpeluang memenangi balapan. Kondisi lintasan, pemilihan ban, kualifikasi, hingga konsistensi saat sprint dan balapan utama tetap akan memengaruhi hasil akhir.

Kehadiran Martin juga perlu diperhitungkan. Setelah mengalami cedera pergelangan tangan dan absen dari balapan utama Malaysia, pembalap Aprilia tersebut kembali menjalani sesi FP1 di Qatar setelah dinyatakan layak mengikuti balapan.

Syarat Marc Marquez Mengunci Gelar di Qatar

Secara matematis, Marquez membutuhkan tambahan keunggulan minimal 30 poin atas Jorge Martin dan 8 poin atas Bezzecchi sepanjang akhir pekan MotoGP Qatar untuk memastikan gelar juara dunia.

Perhitungan tersebut mencakup sprint race dan balapan utama. Dalam sistem poin MotoGP, pemenang sprint memperoleh 12 poin, sedangkan pemenang balapan utama mendapatkan 25 poin. Artinya, maksimal ada 37 poin yang bisa dikumpulkan seorang pembalap dalam satu akhir pekan.

Salah satu skenario yang paling menguntungkan adalah Marquez memenangi sprint race dan balapan utama. Dengan tambahan 37 poin, ia akan mengoleksi 436 poin.

Jika Jorge Martin hanya mendapatkan maksimal 7 poin dan Bezzecchi tidak memperoleh lebih dari 30 poin, gelar juara dunia sudah bisa dipastikan menjadi milik Marquez.

Skenario lainnya, Marquez finis kedua pada sprint race kemudian memenangi balapan utama. Tambahan 34 poin akan membuat koleksinya menjadi 433 poin. Dalam kondisi tersebut, Martin harus mendapatkan maksimal 4 poin, sedangkan Bezzecchi maksimal 27 poin.

Marquez juga masih bisa mengunci gelar apabila finis ketiga pada sprint race dan memenangi balapan utama. Kombinasi tersebut menghasilkan tambahan 32 poin. Namun, Martin harus memperoleh maksimal 2 poin dan Bezzecchi maksimal 25 poin.

Bahkan, kemenangan di balapan utama setelah finis kelima pada sprint race juga masih bisa membuka peluang Marquez menjadi juara dunia di Qatar. Syaratnya, Martin tidak boleh mendapatkan poin dan Bezzecchi hanya boleh mengumpulkan maksimal 23 poin.

Dengan demikian, kemenangan di Qatar bukan satu-satunya faktor penentu. Hasil yang diraih Martin dan Bezzecchi juga sangat menentukan apakah Marquez bisa mengakhiri persaingan gelar lebih cepat.

MotoGP 2026 Tinggal Dua Seri Setelah Qatar

Apabila gagal mengunci gelar di Lusail, peluang Marquez untuk menjadi juara dunia tetap terbuka lebar.

Setelah Qatar, kalender MotoGP 2026 masih menyisakan Grand Prix Portugal pada 22 November dan Grand Prix Valencia pada 29 November.

Kedua seri tersebut masing-masing menyediakan maksimal 37 poin. Dengan demikian, masih ada 74 poin yang bisa diperebutkan setelah balapan Qatar selesai.

Keunggulan 44 poin atas Martin dan 67 poin dari Bezzecchi menjadi modal penting bagi Marquez untuk menghadapi dua seri terakhir tersebut.

Namun, persaingan belum sepenuhnya selesai. Kesalahan, kecelakaan, maupun kegagalan finis bisa mengubah perhitungan klasemen dalam waktu singkat.

Jika mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan peluang di Lusail, Marquez berkesempatan menyelesaikan persaingan gelar lebih cepat. Sebaliknya, jika perhitungan poin belum terpenuhi, penentuan juara dunia MotoGP 2026 akan berlanjut ke Portugal atau Valencia.(*)

✦ Bagaimana perasaan Anda tentang berita ini? 9 reaksi

Prakiraan Cuaca

Sumber: BMKG / Open-Meteo
Banda Aceh 05:00
26° Cerah Berawan
90% 4.9 km/j
Medan 05:00
24° Hujan Ringan
97% 5.2 km/j
Jakarta Pusat 06:00
25° Cerah
64% 4.7 km/j
Cari & pilih kota untuk melihat cuaca. Data di-cache agar ringan.

Related Posts