OTOMOTIF

Tips Memilih Jas Hujan Motor, Perhatikan Model hingga Warna

Jakarta — Memasuki musim hujan, pengendara sepeda motor perlu mempersiapkan perlengkapan berkendara, termasuk memilih jas hujan yang tepat. Bukan hanya kemampuan menahan air, model, bahan, ukuran, hingga warna jas hujan juga perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.

Instruktur keselamatan berkendara sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menyarankan pengendara memilih jas hujan model dua potong yang terdiri dari atasan dan celana. Model ini dinilai lebih aman karena mengurangi risiko kain menjuntai dan tersangkut pada bagian kendaraan.

“Jas hujan sebaiknya tidak menggunakan model satu setelan atau ponco, tetapi dua potong, yakni bagian atas dan bawah. Kalau satu setelan, bahannya cenderung mudah bergerak ke mana-mana, bahkan bisa masuk ke jari-jari roda atau komponen lainnya sehingga mengganggu keselamatan pengendara,” ujar Jusri saat dihubungi Rabu (28/10/2026).

Selain model, pemilihan warna juga tidak boleh diabaikan. Saat hujan turun, jarak pandang pengendara dapat berkurang akibat air, cipratan kendaraan, dan kondisi pencahayaan yang tidak optimal.

Jas hujan dengan warna terang atau elemen reflektif dapat membantu pengendara lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.

“Penting juga memilih jas hujan berwarna terang atau yang dilengkapi elemen reflektif, seperti strip maupun logo yang dapat memantulkan cahaya,” jelas Jusri.

Jas Hujan Model Setelan Lebih Disarankan

Jas hujan model two-piece atau dua potong menjadi pilihan yang lebih masuk akal untuk pengendara motor sehari-hari. Atasan melindungi tubuh bagian atas, sedangkan celana menutupi kaki hingga mendekati pergelangan.

Model ini membantu mengurangi bagian kain yang menjuntai dan berkibar ketika diterpa angin. Risiko kain tersangkut pada roda atau rantai motor pun dapat ditekan, meskipun ukuran dan cara pemakaiannya tetap harus diperhatikan.

Sebaliknya, jas hujan model ponco memang praktis karena mudah dikenakan dan dapat menutupi barang bawaan.

Namun, bagian bawahnya yang lebar berpotensi mengganggu gerakan, menutupi lampu belakang, atau tersangkut pada komponen kendaraan.

Karena itu, pengendara sebaiknya tidak menjadikan kepraktisan sebagai satu-satunya pertimbangan. Untuk perjalanan rutin, terutama ketika melewati jalan ramai, jas hujan setelan lebih layak diprioritaskan.

Bahan Jas Hujan, Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Bahan menjadi faktor berikutnya yang menentukan perlindungan terhadap air dan kenyamanan. Jas hujan berbahan PVC umumnya memiliki sifat kedap air, tetapi beberapa jenis terasa kaku dan kurang nyaman ketika digunakan dalam waktu lama.

Alternatifnya adalah bahan poliester berlapis atau taslan yang dirancang untuk menahan air. Namun, nama bahan saja tidak menjamin kualitas. Periksa pula lapisan pelindung, ketahanan terhadap robekan, serta kualitas sambungannya.

Perhatikan bagian jahitan, ritsleting, dan sambungan pada selangkangan serta lutut. Sambungan yang tidak terlindungi dapat menjadi jalur rembesan air.

Jas hujan dengan jahitan berlapis atau sambungan yang dipres dan disegel dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Pilih juga bahan yang cukup fleksibel agar pengendara leluasa menggerakkan tangan, menekuk lutut, dan menoleh untuk memeriksa kondisi lalu lintas.

Warna Terang Bukan Sekadar Gaya

Warna jas hujan turut berperan dalam membantu pengendara terlihat oleh pengguna jalan lain. Saat hujan deras, pandangan dapat terganggu oleh air, cipratan kendaraan, serta pencahayaan yang berkurang.

Jas hujan berwarna kuning terang, oranye, atau hijau stabilo bisa menjadi pilihan. Akan lebih baik jika dilengkapi material reflektif yang memantulkan cahaya lampu kendaraan, terutama ketika berkendara pada malam hari.

Jas hujan berwarna hitam atau gelap tetap dapat digunakan, tetapi sebaiknya memiliki bagian reflektif yang memadai. Warna terang maupun reflektor bukan jaminan bebas kecelakaan, tetapi dapat membantu meningkatkan keterlihatan pengendara.

Pastikan Ukuran Tidak Mengganggu Gerakan

Sebelum membeli, cobalah jas hujan bersama jaket atau pakaian yang biasa digunakan berkendara. Ukurannya harus cukup longgar untuk bergerak, tetapi tidak menyisakan kain berlebihan yang mudah berkibar.

Pastikan lengan tidak menghalangi pengoperasian rem dan gas, sedangkan bagian kaki tidak terlalu panjang hingga berisiko tersangkut. Periksa pula apakah tudung atau kerah mengganggu gerakan kepala dan pandangan ke samping.

Jangan lupakan pelindung sepatu agar kaki tidak cepat basah. Pilih alas kaki dengan daya cengkeram baik dan hindari menggantinya dengan sandal ketika berkendara di tengah hujan.

Pada akhirnya, jas hujan yang tepat bukan sekadar yang paling tebal atau paling murah. Utamakan model setelan, bahan tahan air dengan sambungan rapat, ukuran yang sesuai, serta warna terang atau reflektor.

Jika hujan terlalu deras hingga jarak pandang dan kondisi jalan memburuk, menepi di tempat aman tetap menjadi pilihan yang lebih bijak.(*)

image_print

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts