PIDIE – Gema syiar Al-Qur’an bersiap membahana di seantero Kabupaten Pidie. Sebanyak 770 qari, qariah, hafiz, dan mufasir terbaik utusan 23 kecamatan dipastikan ambil bagian dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 Tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026. Perhelatan keagamaan terbesar di daerah berjuluk Tanah Pedir tersebut dipusatkan di Kecamatan Mutiara Timur dan dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 13 November 2026.
Perhelatan akbar tahun ini mengusung tajuk spiritual berakar kearifan lokal: “Al-Qur’an Meusyuhu di Tanah Pedir Mulia, Bersama Al-Qur’an Istiqamah dengan One Day One Ayat”. Tema tersebut mencerminkan tekad pemerintah daerah agar musabaqah ini tidak berhenti sekadar kontestasi tahunan mengejar piala bergengsi, melainkan menjadi lokomotif gerakan masif membudayakan bacaan dan tadabur ayat suci di lingkungan keluarga muslim Pidie.
Kematangan sarana dan prasarana acara dipantau langsung oleh jajaran pimpinan daerah, meliputi Penjabat (Pj) Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH., Wakil Bupati MH. Alzaizi, serta Sekretaris Daerah Drs. Samsul Azhar, M.A.P. Pelaksanaan teknis di lapangan dimotori oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie di bawah komando drh. H. Fazli, M.Si.
Sebaran Empat Mimbar Utama Perlombaan
Guna menjaga ketertiban jadwal serta kenyamanan para peserta dalam delapan cabang yang dikompetisikan, panitia pelaksana membagi konsentrasi arena musabaqah ke dalam empat mimbar strategis di wilayah Mutiara Timur:
Mimbar Utama (Lapangan Mutiara): Titik sentral upacara pembukaan, penutupan, serta arena utama cabang Tilawatil Qur’an.
Mimbar I (Masjid Al Huda Blang Malu): Dialokasikan untuk cabang yang membutuhkan kekhusyukan ruang peribadatan, seperti Qira’ah Sab’ah dan Tahfiz Al-Qur’an.
Mimbar II (Kompleks SMA Mutiara): Memfasilitasi perlombaan cabang Fahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an.
Mimbar III (Gedung SD Mutiara): Digunakan untuk cabang Khattil Qur’an (seni kaligrafi), Tafsir, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
Sentuhan Kultural: 35 Rumah Warga Jadi “Kampung Kafilah”
Nuansa kekeluargaan yang kental mewarnai penyelenggaraan MTQ edisi ke-38 ini. Menanggalkan kebiasaan menginapkan kontingen di hotel komersial atau aula dinas, panitia berkolaborasi dengan penduduk setempat untuk menyulap 35 unit rumah warga di pelosok Mutiara Timur menjadi pemondokan kafilah.
Inisiatif menghadirkan “Kampung Kafilah” ini menuai apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat. Skema ini dinilai berhasil menghidupkan kembali ruh tradisi peumulia jamee (memuliakan tamu khas budaya Aceh). Kedekatan emosional antara tuan rumah dan kontingen dari berbagai pelosok gampong terjalin secara alami dalam suasana santun dan penuh kehangatan persaudaraan.
Menjelang hari pembukaan, gairah dan persiapan kafilah di 23 kecamatan kian intensif. Ratusan duta terbaik daerah kini tengah mematangkan latihan vokal, penguasaan makhraj, dan hafalan demi mempersembahkan prestasi gemilang bagi kecamatan masing-masing di panggung MTQ XXXVIII Pidie 2026.[]











