BISNIS

Laba Bersih Samator Indo Gas Melesat 79 Persen di 9M26

Samator Indo Gas membukukan lonjakan laba bersih 79 persen menjadi Rp114,3 miliar hingga kuartal III-2026 didorong efisiensi pabrik dan adopsi teknologi mutakhir.

JAKARTA – Produsen gas industri dan medis terkemuka nasional, PT Samator Indo Gas Tbk, mencatatkan akselerasi kinerja finansial yang impresif sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2026 (9M26). Perseroan sukses mengerek laba bersih hingga 79 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp114,3 miliar, dibandingkan torehan Rp63,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan profitabilitas tersebut terefleksi pula pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang melesat 82 persen menyentuh angka Rp110,3 miliar dari sebelumnya Rp60,6 miliar.

Pencapaian ini ditopang oleh kinerja kuartal ketiga yang menjadi periode terkuat perseroan sepanjang tahun berjalan. Pada triwulan tersebut saja, laba bersih menyumbang Rp46,9 miliar atau tumbuh 18,2 persen YoY, diiringi perolehan EBITDA sebesar Rp229,3 miliar yang meningkat 12,1 persen YoY.

Melalui rilis resmi laporan keuangan konsolidasi per 30 September 2026, pendapatan usaha perseroan tercatat tumbuh 7,5 persen YoY menjadi Rp2,38 triliun. Laju ekspansi pendapatan ini konsisten dengan target manajemen untuk tumbuh pada rentang 1 hingga 1,5 kali pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sekaligus mencerminkan peran strategis perusahaan dalam menopang rantai pasok industri dan fasilitas kesehatan domestik.

Disiplin Biaya dan Efisiensi Teknologi

Kunci penguatan margin perseroan bersumber dari pengendalian beban produksi yang ketat. Beban pokok penjualan (COGS) hanya terkerek 4,34 persen jauh di bawah persentase pertumbuhan omzet. Hasilnya, laba kotor terdongkrak 11,2 persen menjadi Rp1,13 triliun, dengan ekspansi margin laba kotor (gross profit margin) yang menguat ke level 47,6 persen dari posisi 46,0 persen pada 9M25.

Perbaikan profitabilitas ini didukung oleh optimalisasi skala operasional (operating leverage), penghematan tarif listrik dan tenaga kerja per unit produksi, serta penerapan inovasi teknologi pembakaran hemat energi seperti oxyfuel burner. Sementara itu, beban usaha hanya naik wajar sebesar 8,4 persen YoY seiring disiplin pemangkasan pos belanja non-esensial.

Kinerja laba kian kokoh berkat penyusutan beban keuangan bersih. Perseroan secara agresif menurunkan saldo pokok pinjaman (deleveraging) yang dibarengi dengan kenaikan pendapatan bunga melalui manajemen likuiditas kas yang efisien.

Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan resiliensi fundamental bisnis perseroan di tengah dinamika pasar.

“Kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026 mencerminkan ketahanan fundamental dan konsistensi perbaikan operasional kami. Mengusung komitmen Empowering Industry, Enriching Lives, Samator tidak sekadar mendistribusikan gas, melainkan menyediakan solusi terintegrasi bagi tantangan industri dan kebutuhan fasilitas publik nasional,” ujar Rachmat dalam keterangan persnya, Kamis (29/10/2026).

Kesehatan Neraca dan Penurunan Rasio Utang

Dari sisi neraca keuangan, profil risiko perseroan kian sehat. Rasio kecukupan pemenuhan bunga (EBITDA to Interest Expense Coverage) terkerek naik menjadi 3,1 kali dibanding 2,7 kali pada periode 9M25.

Pada saat yang sama, rasio utang bersih terhadap EBITDA (Net Debt to EBITDA) menyusut dari 3,94 kali menjadi 3,45 kali. Penurunan beban utang ini merupakan buah dari ekspansi total EBITDA sebesar 11 persen, soliditas arus kas operasional, dan komitmen pelunasan kewajiban secara terencana.

Memasuki kuartal penutup tahun 2026, Samator Indo Gas memproyeksikan momentum pertumbuhan tetap terjaga solid. Fokus manajemen diarahkan pada pemenuhan permintaan struktural di sektor rumah sakit dan manufaktur utama, penegakan keunggulan rantai pasok, serta penambahan kapasitas produksi baru yang telah terikat kontrak jangka panjang.[]

image_print

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts