JAKARTA – Langkah penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan berbasis syariat di tanah air memasuki babak baru. Menteri Koperasi Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES), Ferry Juliantono, secara resmi meresmikan kantor sekretariat baru PP MES yang berlokasi di Jalan Taman Patra Raya, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2026) malam.
Peresmian kantor representatif ini menjadi simbol konsolidasi gerakan ekonomi umat. Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai mitra strategis lintas institusi dan korporasi yang menyokong pemugaran gedung tersebut, mulai dari Patra Jasa, Bank Syariah Indonesia, BAZNAS, Jamkrindo, PNM, BPKH, hingga entitas perbankan syariah lainnya.
Momentum peresmian gedung baru ini dibarengi dengan kabar progresif terkait diplomasi ekonomi global. Ferry mengungkapkan, PP MES bergerak cepat merespons penurunan posisi Indonesia pada laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) yang sempat merosot dari peringkat ke-5 ke urutan ke-6 dunia.
“Kami telah menggelar pertemuan produktif bersama Managing Director pembuat laporan SGIE. Kesepakatan awal telah dicapai untuk membentuk tim kerja bersama. Target kami jelas, memulihkan posisi Indonesia kembali menembus lima besar dunia, bahkan membidik peringkat yang lebih tinggi,” papar Ferry.
Hilirisasi Nilai Tambah dan Koperasi Berbasis Rumah Ibadah
Di tataran domestik, agenda strategis MES difokuskan pada perluasan literasi, pendalaman inklusi pasar keuangan syariah, integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir, serta peletakan fondasi penghitungan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) syariah nasional.
Salah satu terobosan konkret yang kini digulirkan adalah pemberdayaan ekonomi umat berbasis komunitas masjid dan pondok pesantren melalui instrumen koperasi.
“PP MES menggandeng Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dengan dukungan Ustadz Adi Hidayat, untuk menggarap potensi ekonomi di sekitar 12 ribu masjid binaan mereka. Sebagai langkah awal, kami menyiapkan pembentukan unit koperasi percontohan di 700 masjid,” urai Ferry.
Ekspansi serupa turut diperluas melalui nota kesepahaman (MoU) bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk mendirikan badan usaha koperasi di lingkungan masjid naungan Kementerian Agama serta jaringan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Ferry menaruh harapan besar agar kantor baru ini menjadi episentrum perjuangan keumatan yang membawa keberkahan dan dampak nyata bagi kemandirian ekonomi rakyat.
Dihadiri Tokoh Lintas Sektor dan Pesan Kolaborasi
Acara peresmian ini bertabur kehadiran para tokoh penting perekonomian nasional, pakar syariah, dan pejabat tinggi negara. Di antaranya tampak Ketua Umum Perdana MES Iwan Pontjowinoto; Ketua Dewan Pembina Prof. Muliaman D. Hadad; Ketua Dewan Pakar Dr. Adi Hidayat; Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan Setiawan Ichlas; serta jajaran pimpinan BAZNAS, BPS, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Dalam tausyiah kebangsaan yang disampaikannya, Ketua Dewan Pakar PP MES Dr. Adi Hidayat menggarisbawahi urgensi sinergi antarelemen bangsa. Ia menekankan bahwa kantor megah ini harus dihidupkan dengan gagasan-gagasan solutif yang membumi, merajut kolaborasi lintas sektor, serta memastikan manfaat ekonomi syariah dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.[]










