ACEH UTARA – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Dewantara mengintensifkan persiapan menyongsong gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Aceh Utara yang dijadwalkan bergulir dalam waktu dekat. Langkah pematangan ini diwujudkan melalui pembukaan seleksi calon kafilah guna menjaring qari dan hafiz terbaik yang siap membawa panji kehormatan kecamatan.
Ketua LPTQ Kecamatan Dewantara, Abdul Hadi, S.P., M.P., memaparkan bahwa penjaringan terbuka ini digelar guna memetakan potensi peserta di berbagai cabang lomba yang disyaratkan dalam ajang MTQ daerah.
“Seleksi terpadu ini sengaja kami rancang sedini mungkin sebagai tahapan persiapan matang dalam menyambut perhelatan MTQ Aceh Utara mendatang,” terang Abdul Hadi di sela-sela kegiatan.
Adapun proses pengujian mencakup serangkaian mata cabang strategis, mulai dari cabang seni tilawah golongan qari dan qariah, cabang tahfizul Qur’an bagi kelompok hafiz dan hafizah, hingga ragam cabang keagamaan lainnya. Seluruh peserta menjalani penilaian teknis secara bertahap sesuai spesifikasi bidang yang ditekuni.
Guna mengoptimalkan konsentrasi penilaian serta memberi kenyamanan bagi para kafilah dan dewan juri, LPTQ Dewantara membagi proses seleksi ke dalam empat pusat lokasi berbeda:
Masjid Besar Bujang Saliim
Masjid Al Ikram Cot Murong
Dayah Syamsudduha Cot Murong
Dayah Nujumush Shaghirah di Gampong Lancang Barat
Pemisahan sarana ini dimaksudkan agar setiap instrumen penilaian pada masing-masing cabang dapat berlangsung lebih mendalam, teratur, dan bebas dari kepadatan antrean peserta.
Pada kesempatan yang sama, Bendahara LPTQ Kecamatan Dewantara, Mansuri M. Yunus, S.T., menegaskan bahwa penyaringan ini tidak sekadar mengejar kemenangan jangka pendek di panggung musabaqah. Lebih mendasar dari itu, agenda ini merupakan mata rantai pembinaan moral dan kecakapan generasi muda di bidang studi Al-Qur’an secara berkesinambungan.
“Harapan utama kami, seleksi ini dapat menyaring bibit-bibit unggul yang memiliki mental juara dan berakhlak mulia untuk mewakili nama besar Kecamatan Dewantara. Kami mengimbau seluruh peserta untuk meluruskan niat serta mengikuti setiap tahapan dengan kesungguhan dan kedisiplinan penuh,” tutur Mansuri kepada awak media.
Mansuri menambahkan, pembinaan bakat generasi Qur’ani menuntut konsistensi pembimbingan. Melalui tempaan berjenjang, kemampuan para duta muda ini diharapkan tidak hanya berhenti di level kabupaten, melainkan terus mekar hingga mampu berkompetisi di arena MTQ tingkat provinsi maupun nasional.
Langkah terstruktur yang digerakkan oleh LPTQ Dewantara ini menegaskan komitmen daerah dalam melahirkan kader-kader pecinta Al-Qur’an yang andal, berwawasan luas, dan mampu menjadi teladan religius bagi tatanan masyarakat Aceh masa depan.[]









