SEANTERONEWS.com – Saluran komunikasi resmi Microsoft di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) mendadak mengalami pembobolan keamanan. Akun utama dengan centang verifikasi dan pengikut mencapai 13 juta orang tersebut dimanfaatkan oleh peretas tak dikenal guna mendongkrak popularitas aset kripto bertema karakter legendaris Clippy.
Menurut laporan yang dihimpun The Verge, penyusup sempat mengunggah ulang cuitan dari akun token Clippy dan memasang gambar asisten kantor berbentuk penjepit kertas itu sebagai foto profil.
Lebih jauh, peretas memancing reaksi warganet dengan menjanjikan kembalinya maskot Clippy ke ekosistem komputasi apabila postingannya sanggup menembus 500.000 tanda suka (likes).
Tidak lama berselang setelah peretasan terjadi, pihak pengelola akun sempat merilis keterangan permohonan maaf berformat kaku dengan diksi bernuansa hukum. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Microsoft sama sekali tidak pernah mensponsori, mendukung, maupun meresmikan instrumen kripto jenis apa pun kepada publik.
Selain itu, korporasi menegaskan kesiapannya menyeret peredaran token ilegal tersebut ke ranah hukum.
Meskipun demikian, cuitan klarifikasi berkalimat panjang itu segera dihapus, berbarengan dengan pemulihan gambar profil akun ke logo standar Microsoft.
Juru bicara perusahaan mengonfirmasi terjadinya infiltrasi tanpa izin tersebut saat dimintai tanggapan oleh The Verge. Pihak manajemen memastikan bahwa proteksi akun kini telah dipulihkan secara penuh ke tangan tim internal.
“Akun telah berhasil diamankan, unggahan tidak resmi sudah disingkirkan, dan kami terus menyelidiki penyebab insiden ini,” tutur perwakilan Microsoft.
Langkah investigasi mendalam saat ini masih terus digulirkan guna mengidentifikasi celah keamanan yang sempat ditembus pelaku.
Pemanfaatan akun korporasi besar atau tokoh dunia untuk mendulang untung lewat tipuan mata uang digital bukan fenomena anyar di jagat maya.
Ruang digital pernah diguncang oleh ulah peretas remaja yang membajak akun milik Barack Obama, Elon Musk, hingga Bill Gates untuk memanen sumbangan Bitcoin sebuah tindak pidana yang berujung vonis penjara tiga tahun bagi pelakunya.
Kejadian serupa menimpa kanal Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) lewat skema rekayasa kartu SIM (SIM-swap) perihal ETF Bitcoin, yang mengantarkan pelakunya mendekam di bui selama 14 bulan.
Bagi Microsoft sendiri, insiden ini menambah catatan kerentanan akun publik mereka. Sebagaimana diulas Bleeping Computer, unit @MicrosoftIndia pernah menjadi korban peretasan pada 2024 lalu yang dimanfaatkan penjahat siber untuk menyebarkan malware penguras saldo dompet digital (wallet-drainer).
Maskot asisten virtual Clippy sesungguhnya telah resmi dipensiunkan oleh Microsoft sejak 2007 silam. Tahun lalu, raksasa piranti lunak ini sempat menguji coba kemunculan kembali karakter tersebut dalam sosok baru bernama Mico.
Kendati demikian, belum genap satu tahun diperkenalkan, karakter pembantu berbentuk gumpalan tersebut akhirnya disisihkan dari aplikasi kecerdasan buatan Copilot.
Sentimen nostalgia yang kuat terhadap Clippy nyatanya tetap menjadi celah empuk yang dimanfaatkan oleh oknum oportunis untuk menarik atensi netizen secara instan.[]









