JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) terus aktif memperkuat jejaring diplomasi pertahanan dengan negara-negara sahabat. Langkah ini kembali ditegaskan saat Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Kantor Kemhan, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026).
Pertemuan bilateral tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk menjajaki berbagai peluang kemitraan strategis di sektor pertahanan. Upaya penjajakan ini didasari oleh komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang berlandaskan pada prinsip kesetaraan, saling menghormati kedaulatan, serta saling menguntungkan.
Sinergi taktis yang dirintis melalui pertemuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pemeliharaan stabilitas keamanan di tingkat kawasan. Selain berfokus pada penguatan hubungan bilateral, kerja sama militer yang terjalin nantinya diproyeksikan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung berbagai program perdamaian dunia secara berkelanjutan.
Dialog hangat ini juga menjadi jembatan penting untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang industri maupun teknologi pertahanan, seiring dengan semakin eratnya hubungan diplomatik yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Maroko.
Dalam menyambut utusan diplomatik Maroko tersebut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi oleh sejumlah pejabat teras kementerian. Di antaranya adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) serta Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Strahan Kemhan).
Kehadiran para pejabat strategis ini mempertegas kesiapan serta keseriusan jajaran Kemhan RI dalam menindaklanjuti rencana kerja sama teknis militer kedua negara ke depan.[]









