BREAKING

NASIONAL

Hasil Pendataan Keluarga 2025, BKKBN Identifikasi 8,1 Juta Keluarga Berisiko Stunting

Menteri Kependudukan Wihaji mengungkapkan 8,1 juta keluarga Indonesia berisiko stunting, dengan satu juta di antaranya merupakan kelompok desil 1.

SEANTERONEWS.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat sebanyak 8,1 juta keluarga di Indonesia masuk dalam kategori rentan atau berisiko mengalami stunting. Angka tersebut diperoleh berdasarkan kompilasi data mutakhir hasil program Pendataan Keluarga 2025.

Dari total temuan keluarga berisiko stunting tersebut, sekitar satu juta keluarga di antaranya teridentifikasi berasal dari kelompok desil 1, yang merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah di tanah air.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, memaparkan data statistik kependudukan tersebut di hadapan legislatif. Ia menjelaskan bahwa dari hasil sensus, tercatat ada sekitar 41,4 juta keluarga dengan Pasangan Usia Subur (PUS) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,1 juta keluarga terdeteksi memiliki kerawanan tinggi terhadap stunting.

“Dari total 41,4 juta keluarga dengan pasangan usia subur, hasil pemetaan mengidentifikasi ada 8,1 juta keluarga yang berisiko mengalami stunting. Di dalam kelompok rentan tersebut, sebanyak 1.052.947 keluarga masuk ke dalam kategori desil 1,” ujar Wihaji saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (24/6/2026) hari ini.

Landasan Penentuan Sasaran Intervensi

Wihaji menekankan bahwa data hasil Pendataan Keluarga 2025 ini akan menjadi acuan utama bagi kementerian dalam menyusun sasaran program intervensi secara presisi. Langkah taktis ini sangat krusial agar alokasi program bantuan gizi tepat sasaran dan efisien.

Upaya percepatan penurunan angka stunting nasional ini didesain secara inklusif. Jangkauan program tidak hanya ditujukan bagi keluarga di desil 1, melainkan juga diperluas menyasar kelompok desil 2 dan desil 3 yang diklasifikasikan sebagai kelompok ekonomi rentan.

“Berdasarkan peta jalan dan target yang telah ditetapkan oleh kementerian, langkah intervensi gizi serta pendampingan keluarga saat ini telah berhasil menjangkau sekitar 1,6 juta sasaran di berbagai wilayah rawan,” pungkas Wihaji.[]

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts