VIDEO

Dirjen Adwil Kemendagri Tinjau Huntara Rusak di Aceh Utara

Dirjen Adwil Kemendagri Safrizal ZA meninjau puluhan hunian sementara (huntara) yang rusak akibat angin kencang di Aceh Utara, targetkan perbaikan 7 hari.

SEANTERONEWS.com – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Drs. Safrizal ZA, M.Si., bergerak cepat meninjau langsung kondisi puluhan Hunian Sementara (Huntara) yang dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terjangan angin kencang dan cuaca ekstrem di Kabupaten Aceh Utara.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Dirjen Bina Adwil didampingi langsung oleh Bupati Aceh Utara, Yahwa Ismail. Langkah taktis ini diambil guna memastikan akurasi data kerusakan serta merumuskan percepatan pemulihan fasilitas tempat tinggal sementara bagi warga korban banjir bandang di wilayah pesisir utara Aceh tersebut.

Berdasarkan laporan inventarisasi data awal di lapangan, embusan angin kencang telah mengakibatkan kerusakan struktural pada puluhan unit tempat penampungan sementara, dengan rincian sebagai berikut:

  • Huntara Rumoh Rayeuk: 36 unit rusak.

  • Huntara Desa Langkahan: 5 unit rusak.

  • Huntara Bukit Linteung: 7 unit rusak.

  • Huntara Geudumbak: 10 unit rusak.

Dampak kerusakan tersebut diperparah oleh cuaca ekstrem susulan yang kembali melanda wilayah Aceh Utara pada Kamis (4/6/2026). Terjangan badai susulan ini dilaporkan kembali menghantam kompleks Huntara di Bukit Linteung dan Geudumbak. Saat ini, jajaran jajaran pemerintah kabupaten masih terus melakukan pendataan intensif guna mengalkulasi total tambahan kerusakan fisik bangunan yang terjadi.

Target Pemulihan dalam Waktu Tujuh Hari

Kehadiran Dirjen Bina Adwil di lokasi bencana merupakan komitmen nyata dan respons cepat dari pemerintah pusat dalam menanggapi laporan darurat yang dilayangkan oleh Bupati Aceh Utara. Safrizal ZA menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dan koordinasi taktis secara langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) guna mempercepat pengerjaan rekonstruksi fisik di lapangan.

“Pemerintah pusat bersama daerah bergerak secara simultan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan fasilitas penanganan yang layak dan aman. Kami telah berkoordinasi langsung dengan Menteri PU, dan kami menargetkan pengerjaan perbaikan seluruh unit Huntara yang rusak ini dapat diselesaikan secara tuntas dalam kurun waktu tujuh hari,” ujar Safrizal ZA saat memberikan keterangan di lokasi peninjauan.

BNPB Turut Ambil Tindakan Taktis

Selain langkah penanganan infrastruktur dari Kementerian PU dan Kemendagri, kerusakan unit Huntara yang sebelumnya dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dipastikan segera tertangani.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen Budi, dilaporkan telah menginstruksikan jajarannya untuk turun langsung melakukan langkah-langkah tanggap darurat guna memperbaiki sisa Huntara yang berada di bawah wewenang kedeputiannya.

Sinergitas lintas kementerian dan lembaga non-kementerian ini membawa optimisme baru bagi pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat Aceh Utara pasca-bencana banjir bandang. Dukungan penuh yang ditunjukkan oleh jajaran Kemendagri, Kementerian PU, BNPB, serta kerja sama erat Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjadi kunci penting dalam mempercepat proses rehabilitasi wilayah menuju Aceh yang pulih dan tangguh bencana.[]

image_print

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts