SEANTERONEWS.com – Pemerintah Iran melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat yang dinilai menyudutkan dan mengancam kedaulatan Oman. Sikap keras Washington ini muncul di tengah eskalasi situasi keamanan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyoroti secara khusus pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang mengisyaratkan kesiapan negaranya untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Oman. Teheran memandang ancaman tersebut sebagai bentuk tekanan politik sepihak yang tidak dapat dibenarkan serta berisiko mengacaukan stabilitas regional yang saat ini masih rapuh.
Selain itu, pihak Iran juga mengungkit retorika ofensif dari pejabat Amerika Serikat sebelumnya yang sempat melontarkan ancaman bernada destruktif terhadap Oman. Menurut Teheran, pendekatan koersif semacam ini sangat mencederai etika hubungan internasional dan berpotensi memperkeruh konstelasi geopolitik di Teluk Persia.
“Upaya intimidasi berupa penjatuhan sanksi kepada Oman dengan dalih yang dibuat-buat merupakan tindakan yang menyalahi hukum positif global. Tindakan ini secara nyata mencederai prinsip kesetaraan kedaulatan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta hukum internasional,” tulis pernyataan resmi otoritas luar negeri Iran tersebut.
Pemerintah Iran mengingatkan dunia internasional bahwa Kesultanan Oman memegang peranan yang sangat penting sebagai mediator perdamaian di kawasan. Selama bertahun-tahun, Muscat dikenal luas memiliki reputasi sebagai pihak netral yang andal dalam menjembatani dialog buntu di Timur Tengah.
Posisi tawar diplomasi Oman sering kali dimanfaatkan untuk memfasilitasi negosiasi rahasia dan sensitif, termasuk meredakan ketegangan langsung antara Iran dan Amerika Serikat dalam berbagai kesempatan. Oleh sebab itu, Iran menilai penekanan politik terhadap Oman tidak memiliki urgensi yang logis dan justru dapat merusak saluran komunikasi diplomatik yang telah dibangun dengan susah payah di kawasan Teluk.
Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan peringatan terbuka melalui platform media sosial X terkait dengan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Selat ini merupakan salah satu jalur logistik maritim paling strategis di dunia yang memegang kendali atas sebagian besar distribusi minyak global.
Dalam unggahannya, Bessent memberikan peringatan keras bahwa otoritas keuangan Amerika Serikat tidak akan ragu mengambil langkah penegakan hukum secara agresif terhadap entitas mana pun yang terbukti memfasilitasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, pengenaan biaya atau pungutan tambahan bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.[]










