BANDA ACEH – Musibah kebakaran hebat melanda lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala (USK). Gedung Laboratorium Fakultas Pertanian yang menjadi pusat riset dan praktikum mahasiswa dilaporkan hangus terbakar pada Kamis (21/5/2026) dini hari.
Insiden yang terjadi saat warga kota masih terlelap ini tidak hanya merusak infrastruktur pendidikan, tetapi juga menghanguskan sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi kejadian. Tercatat, empat unit sepeda motor dan dua unit mobil pribadi ludes dilalap si jago merah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Inspektur Muda Kebakaran DPKP Banda Aceh, Yudi, menyatakan bahwa armada pemadam tiba di lokasi hanya berselang tujuh menit setelah informasi diterima.
“Saat petugas sampai, kobaran api sudah membesar dan menyelimuti area utama laboratorium. Prioritas utama kami adalah melokalisir api agar tidak merambat ke bangunan akademik lainnya di kompleks fakultas,” ujar Yudi.
Sebanyak enam unit armada pemadam kebakaran dikerahkan oleh DPKP Banda Aceh ke lokasi. Mengingat besarnya kobaran api, satu unit bantuan tambahan dari BPBD Aceh Besar turut didatangkan untuk memperkuat proses pemadaman.
Upaya pemadaman ini juga melibatkan berbagai unsur pengamanan dan relawan. Personel dari Polsek Syiah Kuala dan Koramil setempat disiagakan untuk mengamankan area kampus, sementara relawan dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) turut membantu koordinasi komunikasi di lapangan.
Setelah berjibaku dengan api selama lebih dari satu jam, petugas akhirnya berhasil menguasai keadaan sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah api dinyatakan padam, tim pemadam segera melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Meskipun skala kebakaran cukup besar dan menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas laboratorium, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis ini. Namun, operasional penelitian dan kegiatan praktikum mahasiswa Fakultas Pertanian diprediksi akan terganggu akibat rusaknya peralatan laboratorium yang berada di dalam gedung tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan otoritas terkait masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api. Sementara itu, total nilai kerugian materiil, baik dari bangunan maupun kendaraan yang terbakar, masih dalam tahap pendataan oleh pihak universitas dan instansi terkait.
Kini, area laboratorium telah dipasang garis polisi guna kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP).[]









