KUTACANE – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak Rabu (20/5/2026) malam, memicu bencana banjir di Kabupaten Aceh Tenggara. Sedikitnya, sekitar 200 unit rumah warga dilaporkan terendam air akibat meluapnya tiga sungai besar di kawasan tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir mulai merangsek ke pemukiman penduduk sekitar pukul 20.00 WIB. Dua kecamatan menjadi titik terdampak paling parah, yakni Kecamatan Bambel dan Kecamatan Deleng Pokhkisen.
Wilayah Terdampak dan Kronologi Kejadian
Kenaikan debit air dipicu oleh curah hujan tinggi di kawasan hulu Sungai Lawe Bulan, Sungai Lawe Kisam, dan Sungai Lawe Kinga. Kondisi ini membuat badan sungai tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke area pemukiman di sekitarnya.
Di Kecamatan Bambel, banjir menggenangi Desa Kuning I, Desa Pinding, dan Desa Kuta Buluh. Sementara itu, di Kecamatan Deleng Pokhkisen, air merendam pemukiman di Desa Peseluk Pesimbe dan Desa Lembah Alas.
Pusdalops PB BPBD Aceh Tenggara melaporkan bahwa peningkatan debit air terjadi secara signifikan sejak sore hari sebelum akhirnya melimpah ke rumah-rumah warga pada malam harinya.
Respons Cepat dan Pengerahan Alat Berat
Menanggapi situasi darurat tersebut, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna melakukan kajian cepat di lapangan serta membantu proses evakuasi warga yang terjebak banjir.
Tak hanya personel, pemerintah daerah juga mengerahkan dua unit alat berat jenis excavator. Unit pertama difokuskan ke wilayah Kecamatan Deleng Pokhkisen, sementara unit lainnya ditempatkan di kawasan Lawe Sumur dan Bambel. Langkah ini diambil untuk membuka akses jalan yang terhambat serta menangani material dampak banjir agar aliran air kembali lancar.
“Petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan valid terkait jumlah korban terdampak maupun kemungkinan adanya pengungsi. Pendataan dilakukan secara mendetail untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” tulis laporan resmi tersebut.
Kondisi Terkini dan Imbauan Keamanan
Hingga Kamis (21/5/2026) siang, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut di beberapa titik. Meski demikian, tim gabungan tetap bersiaga dan melakukan pemantauan intensif di lokasi-lokasi rawan.
Pemerintah setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Warga diminta bersedia mengungsi sementara ke titik yang lebih aman jika intensitas hujan kembali meningkat di wilayah hulu.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan mengingat banyaknya hunian yang terdampak rendaman air.









