SEANTERONEWS.com – Dunia internasional diguncang oleh gelombang protes setelah beredarnya video yang memperlihatkan tindakan kontroversial terhadap aktivis kemanusiaan dari armada Global Sumud Flotilla. Video tersebut memperlihatkan perlakuan yang dianggap merendahkan martabat manusia oleh pihak keamanan Israel di bawah arahan Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir.
Rekaman tersebut diunggah langsung oleh Ben Gvir melalui akun media sosial X pribadinya pada Rabu (20/5/2026). Dalam video itu, puluhan aktivis kemanusiaan terlihat berlutut di atas dek kapal militer dengan kondisi tangan terikat dan kepala menunduk. Suasana semakin provokatif dengan diputarnya lagu kebangsaan Israel di latar belakang, sementara Ben Gvir tampak berjalan dengan angkuh sambil mengibarkan bendera Israel di antara para tahanan.
“Beginilah cara kami menyambut para penyokong teror. Selamat datang di Israel,” tulis Ben Gvir dalam unggahan yang kini viral dan memicu kemarahan lintas negara.
Aksi provokatif ini langsung memantik reaksi diplomatik yang tajam. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengecam keras insiden tersebut, mengingat terdapat sejumlah warga negara Italia di dalam kelompok aktivis tersebut.
“Sangat tidak bisa diterima bahwa para pengunjuk rasa ini diperlakukan dengan cara yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Kami tidak menoleransi tindakan semacam itu terhadap warga kami yang sedang menjalankan misi kemanusiaan,” tegas Meloni dalam pernyataan resminya.
Senada dengan Italia, Pemerintah Prancis melalui Menteri Luar Negeri Jean-Noël Barrot menyatakan kemarahannya. Barrot mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah diplomatik tegas dengan memanggil Duta Besar Israel di Paris untuk memberikan klarifikasi resmi atas tindakan Ben Gvir yang dianggap mencederai hukum internasional.
Tak hanya dari luar negeri, tindakan Ben Gvir ternyata memicu perpecahan di dalam kabinet pemerintahan Israel sendiri. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berusaha menjaga jarak dari aksi bawahannya tersebut. Netanyahu menilai perilaku Ben Gvir tidak mencerminkan nilai-nilai negara dan justru merugikan posisi diplomatik Israel di mata dunia.
“Saya telah memberikan instruksi kepada instansi terkait untuk segera memproses deportasi para aktivis tersebut secepat mungkin,” ujar Netanyahu sebagai upaya meredam ketegangan.
Kritik juga datang dari Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar. Ia menegaskan bahwa apa yang ditampilkan oleh Ben Gvir dalam video tersebut bukanlah representasi resmi dari sikap pemerintah maupun standar operasional pertahanan Israel.
Hingga saat ini, insiden armada Global Sumud Flotilla terus menjadi sorotan utama lembaga hak asasi manusia internasional. Banyak pihak mendesak adanya investigasi independen terkait prosedur penangkapan dan perlakuan terhadap para relawan kemanusiaan di perairan tersebut.[]









