BREAKING

EKONOMI

Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sejarah di Level 17.504

Rupiah cetak rekor terlemah sepanjang sejarah di level Rp17.504 per Dolar AS pada 12 Mei 2026. IHSG ikut terseret ke zona merah akibat derasnya aksi jual.

SEANTERONEW.com – Pasar keuangan dalam negeri kembali menghadapi guncangan hebat pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Mata uang Garuda tercatat mencetak rekor pelemahan terdalam sepanjang sejarah setelah kehilangan tenaganya di hadapan Dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data pasar yang terpantau pagi ini, nilai tukar Rupiah terjerembap melampaui level psikologis baru. Pelemahan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas moneter nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Rupiah Terkapar di Level Rp17.504

Mengutip data dari Bloomberg, Rupiah dibuka dengan tren negatif dan terus merosot hingga menyentuh angka Rp17.504 per Dolar AS. Angka ini mencerminkan koreksi tajam sebesar 90 poin atau setara dengan 0,52 persen dibandingkan pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Koreksi ini menjadikan Rupiah sebagai salah satu mata uang dengan performa paling tertekan di kawasan regional pada hari ini. Para analis menilai sentimen penguatan Dolar AS yang agresif menjadi faktor utama yang memukul mundur mata uang Garuda hingga ke titik terlemahnya sepanjang sejarah.

IHSG Terseret Arus Aksi Jual

Sentimen negatif di pasar valuta asing langsung merembet ke lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau langsung terjun ke zona merah pada awal perdagangan. IHSG tercatat melemah signifikan sebesar 75,66 poin atau merosot 1,10 persen ke level 6.829,95.

Padahal, pada pembukaan sesi pagi, IHSG sempat menunjukkan optimisme dengan bergerak di zona hijau pada level 6.946,85, bahkan sempat menguji posisi tertinggi harian di angka 6.977,29. Namun, derasnya aksi jual (net sell) membuat indeks berbalik arah secara drastis hingga menyentuh titik terendah di level 6.818,01.

Statistik Perdagangan: 410 Saham Bertumbangan

Kondisi pasar pagi ini didominasi oleh warna merah di hampir seluruh sektor. Data perdagangan menunjukkan statistik yang cukup mengkhawatirkan bagi para investor: Saham Melemah: 410 saham, Saham Menguat: 178 saham, Saham Stagnan: 135 saham

Meskipun pasar sedang mengalami tekanan, aktivitas perdagangan terpantau cukup agresif dan ramai. Volume transaksi tercatat menembus 6,49 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp2,46 triliun yang dihasilkan dari 480.570 kali frekuensi transaksi.

Kombinasi antara rekor terlemah Rupiah dan pelemahan IHSG ini mengindikasikan adanya tekanan keluar modal asing (capital outflow) yang perlu diantisipasi lebih lanjut oleh otoritas moneter dan fiskal guna menjaga kepercayaan pasar dalam jangka pendek.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts