SEANTERONEWS.com – Bagi masyarakat yang kerap melintasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan, mungkin sempat menangkap pemandangan unik di sisi utara Stasiun MRT. Tepat di jalur pintu masuk Blok M Hub, berdiri sebuah bangunan kontainer mungil dengan cat warna-warni yang mencolok.
Bukan kios makanan atau pos keamanan, bangunan tersebut adalah Waste Station, sebuah fasilitas pengumpulan dan pemilahan sampah modern. Fasilitas ini merupakan inisiatif kolaboratif antara MR. D.I.Y. Indonesia dan Rekosistem untuk mendorong gaya hidup ramah lingkungan di tengah mobilitas warga Jakarta yang tinggi.
Inovasi Pengelolaan Sampah Modern
Kehadiran Waste Station ini memungkinkan masyarakat untuk menyetor sampah anorganik secara mandiri. Menariknya, setiap sampah yang terkumpul dapat dikonversi menjadi saldo dompet digital melalui aplikasi Rekosistem.
Bagi MR. D.I.Y., inisiatif ini merupakan langkah keberlanjutan setelah sebelumnya sukses meluncurkan program Recycle Dropbox di 52 toko mereka.
“Waste Station ini merupakan kelanjutan dari program Recycle Dropbox yang sudah kami jalankan. Tahun ini, kami meluncurkannya sebagai fasilitas yang lebih terintegrasi,” ujar Chief Financial Officer MR. D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Pemilihan lokasi di dekat Stasiun MRT Blok M bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu hub transportasi dengan trafik tertinggi di Jakarta, kawasan ini dinilai sangat strategis untuk menjangkau masyarakat luas. Rika berharap, kemudahan akses ini dapat memicu kebiasaan baru warga untuk memilah sampah dari sumbernya.
Pengolahan Berbasis Data
Berbeda dengan tempat pembuangan sampah konvensional, Waste Station ini menawarkan manajemen limbah yang sistematis. Rekosistem memastikan seluruh sampah anorganik yang masuk akan dipilah kembali sebelum didistribusikan kepada pihak pendaur ulang.
Chief Operating Officer dan Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino, menjelaskan bahwa proses ini memberikan nilai lebih dari sekadar daur ulang.
“Kami melakukan pengumpulan dan pemilahan yang menghasilkan data sampah. Data ini sangat krusial untuk menentukan tata kelola sampah secara lebih luas dan efektif di masa depan,” jelas Joshua.
Estetika dan Pesan Lingkungan
Meskipun berfungsi sebagai fasilitas pengumpulan sampah, Waste Station ini jauh dari kesan kumuh. Desain eksteriornya yang cerah merupakan hasil karya seniman visual asal Yogyakarta, Wulang Sunu.
Lukisan artistik pada kontainer tersebut bukan sekadar hiasan. Desainnya membawa pesan mendalam yang mewakili tiga pilar MR. D.I.Y. Indonesia: pemberdayaan perempuan dan anak-anak, dukungan terhadap usaha lokal, serta keberlanjutan lingkungan.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi praktis bagi warga Jakarta untuk berkontribusi langsung dalam mengurangi timbulan sampah di TPA, sekaligus menjadi contoh bagaimana pengelolaan limbah bisa dilakukan dengan cara yang lebih modern, transparan, dan estetik.[]












