BREAKING

TEKNOLOGI

Netflix Garap Fitur Voice Chat: Ambisi Baru di Dunia Game

Netflix dilaporkan tengah menguji fitur voice chat untuk game multiplayer di aplikasinya. Simak detail bocoran kode dan dampaknya bagi pelanggan.

Netflix selama ini mungkin lebih dikenal sebagai streaming film atau kebijakan kenaikan harga langganannya. Namun, bocoran terbaru menunjukkan bahwa perusahaan ini tengah bersiap mengambil langkah besar untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi gaming global dengan mengembangkan fitur obrolan suara online (voice chat) untuk judul-judul multiplayer.

Temuan ini pertama kali diungkap oleh Android Authority melalui pembedahan kode pada aplikasi Netflix versi 9.60.0 di Android. Dalam potongan kode tersebut, ditemukan baris instruksi seperti “Voice Chat Active,” “voice_chat_channel,” dan “Tap to return to game.” ### Integrasi Teknologi Agora API

Menariknya, kode aplikasi tersebut juga merujuk pada Agora, sebuah penyedia layanan API voice cross-platform terkemuka. Penggunaan teknologi pihak ketiga ini mengindikasikan bahwa Netflix ingin memastikan komunikasi antar pemain berjalan mulus tanpa hambatan teknis, meskipun mereka bermain dari perangkat yang berbeda.

Hingga saat ini, sebagian besar katalog game Netflix masih berfokus pada genre couch co-op atau party games sederhana seperti Boggle Party dan Lego Party. Hadirnya fitur voice chat menjadi sinyal kuat bahwa Netflix akan segera merilis lebih banyak judul game kompetitif daring (online) yang membutuhkan koordinasi tim secara langsung.

Saat ini, pilihan game online multiplayer di Netflix masih tergolong terbatas, namun mulai menunjukkan arah yang serius. Beberapa judul yang sudah tersedia antara lain:

Asphalt Xtreme: Balapan seru yang mendukung hingga delapan pemain secara real-time.

Squid Game: Unleashed: Adaptasi serial populer yang melibatkan pertandingan masif 32 pemain secara bersamaan.

Kehadiran fitur obrolan suara diprediksi akan meningkatkan pengalaman bermain pada judul-judul tersebut, sekaligus membuka pintu bagi masuknya genre yang lebih intens seperti First Person Shooter (FPS) ke dalam ekosistem Netflix.

Kabar inovasi gaming ini muncul tepat saat Netflix sedang menghadapi gelombang kritik akibat pengumuman kenaikan tarif langganan minggu ini. Hanya berselang setahun dari kenaikan sebelumnya, pelanggan paket tanpa iklan kini harus merogoh kocek ekstra $2 per bulan, membuat harga paket tertinggi menyentuh angka $26.99. Sementara itu, paket dengan iklan juga naik sebesar $1 menjadi $8.99 per bulan.

Banyak analis menilai bahwa pengembangan fitur gaming yang lebih serius seperti voice chat merupakan upaya Netflix untuk memberikan nilai tambah (added value) bagi para pelanggan. Dengan kata lain, Netflix ingin membuktikan bahwa biaya langganan tersebut tidak hanya untuk menonton, tapi juga untuk menikmati ekosistem hiburan interaktif yang semakin lengkap.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts