MEULABOH – Musibah kebakaran melanda kawasan pesisir Aceh Barat pada 17 Januari 2026. Sebagian bangunan ruko yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan ikan milik nelayan di Meulaboh dilaporkan hangus dilalap si jago merah. Insiden mendadak ini sempat memicu kepanikan warga sekitar pelabuhan yang berupaya menyelamatkan harta benda mereka.
Dugaan kuat sementara menyebutkan bahwa bencana ini dipicu oleh kegagalan sistem kelistrikan di salah satu bagian bangunan.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, kobaran api mulai terlihat pada pagi hari.
Percikan api pertama kali terlihat muncul dari area plafon yang diduga berasal dari korsleting listrik pada instalasi kabel yang sudah berumur.
Karena di dalam gudang terdapat banyak material mudah terbakar seperti peti kayu dan jaring plastik, api dengan cepat menyebar ke bagian sisi ruko.
Warga secara swadaya mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum armada Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi untuk melakukan isolasi area.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, dampak ekonomi yang dialami pemilik gudang cukup signifikan:
Sebagian besar atap dan dinding ruko mengalami kerusakan berat akibat panas ekstrim.
Beberapa peralatan melaut dan stok es untuk penyimpanan ikan tidak dapat diselamatkan.
Operasional distribusi ikan di titik tersebut terpaksa dihentikan sementara untuk proses pendinginan dan penyelidikan lebih lanjut.
Menanggapi insiden ini, pihak otoritas keamanan dan PLN setempat kembali mengingatkan masyarakat, terutama pemilik usaha di area pergudangan, untuk:
Melakukan peremajaan kabel listrik secara berkala setiap 5-10 tahun.
Tidak menggunakan satu titik stop kontak untuk banyak perangkat elektronik berdaya besar secara bersamaan.
Memastikan setiap ruko atau gudang memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai pertolongan pertama saat muncul percikan api.
Hingga berita ini diturunkan, garis polisi telah dipasang di sekitar ruko untuk keperluan olah TKP oleh pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Tim gabungan juga masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru dari sisa reruntuhan.[]









