BANDA ACEH – Pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas utama Pemerintah Aceh pasca terjangan bencana alam yang melanda beberapa wilayah baru-baru ini. Dalam pertemuan strategis yang berlangsung pada 17 Januari 2026, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh secara resmi melaporkan perkembangan signifikan terkait rehabilitasi fasilitas sekolah kepada tokoh sentral Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.
Laporan ini mencakup langkah-langkah darurat hingga rencana jangka panjang untuk memastikan hak pendidikan anak-anak Aceh tidak terhenti akibat bencana.
Dalam pertemuan tersebut, Kadisdik Aceh memaparkan data terkini mengenai kondisi infrastruktur pendidikan dan langkah yang telah diambil:
Rehabilitasi Fasilitas: Perbaikan ruang kelas yang rusak ringan telah mencapai 80%, sementara sekolah dengan kerusakan berat sedang dalam tahap pengajuan anggaran darurat.
Penyediaan Sarana Belajar: Distribusi buku teks dan alat tulis pengganti bagi siswa yang kehilangan harta bendanya saat bencana telah mulai disalurkan ke titik-titik terdampak.
Sekolah Darurat: Pengaktifan tenda pendidikan dan ruang belajar sementara di wilayah yang bangunan sekolahnya belum layak digunakan secara keamanan.
Mualem menyambut baik laporan tersebut dan memberikan penekanan khusus pada beberapa aspek krusial:
Kecepatan dan Ketepatan: Mualem mendesak agar proses birokrasi tidak menghambat perbaikan fisik sekolah, mengingat ujian sekolah sudah semakin dekat.
Psikologi Siswa: Selain bangunan fisik, bantuan berupa pendampingan psikologis (trauma healing) bagi siswa dan guru juga harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan.
Kualitas Bangunan: Mualem mengingatkan agar pembangunan kembali fasilitas sekolah harus memperhatikan standar tahan bencana agar kejadian serupa tidak memberikan dampak yang sama di masa depan.
Kadisdik Aceh menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor, baik dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) maupun pihak swasta melalui program CSR, untuk mempercepat pemulihan ini.
“Fokus kami adalah memastikan tidak ada satu pun anak Aceh yang putus sekolah karena bencana. Kami melaporkan progres ini kepada Mualem untuk mendapatkan dukungan strategis dan arahan agar langkah kami lebih cepat dirasakan masyarakat,” ungkap Kadisdik Aceh dalam keterangannya.
Para wali murid dan tenaga pendidik berharap sinergi antara eksekutif dan tokoh masyarakat ini dapat membuahkan hasil nyata dalam waktu singkat. Pemulihan gedung sekolah yang cepat dinilai sebagai simbol kembalinya kehidupan normal bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.[]









