MEURAH DUA – Komitmen kemanusiaan ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Polres Pidie Jaya (Pijay). Pasca terjangan bencana alam yang melanda wilayah Kecamatan Meurah Dua, puluhan personel kepolisian diterjunkan langsung ke lapangan untuk melaksanakan aksi gotong royong massal guna mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan pemukiman warga pada 17 Januari 2026.
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan aktivitas masyarakat kembali normal sekaligus meminimalisir dampak lanjutan pascabencana.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh jajaran perwira Polres Pidie Jaya ini menyasar beberapa titik vital yang terdampak paling parah. Fokus utama pembersihan meliputi:
Fasilitas Umum: Pembersihan material lumpur dan sampah yang menyumbat saluran drainase serta akses jalan utama desa.
Tempat Ibadah: Personel polisi bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan masjid dan meunasah agar bisa segera digunakan kembali untuk beribadah.
Lingkungan Sekolah: Pemulihan area pendidikan menjadi prioritas agar proses belajar mengajar anak-anak tidak terhambat terlalu lama.
Kapolres Pidie Jaya melalui perwakilan di lapangan menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah bencana bukan hanya soal pengamanan, melainkan juga pelayanan sosial.
Gotong royong ini merupakan bentuk empati institusi Polri terhadap cobaan yang dihadapi warga Meurah Dua.
Pembersihan drainase dilakukan secara intensif untuk mencegah terjadinya banjir susulan mengingat cuaca yang masih tidak menentu.
Kehadiran personel di lapangan juga berfungsi untuk memberikan dukungan moral bagi warga yang terdampak secara psikologis.
Warga setempat menyambut antusias kehadiran aparat kepolisian. Sinergi ini dinilai sangat membantu, mengingat keterbatasan alat dan tenaga jika warga harus bekerja sendiri dalam membersihkan sisa-sisa bencana yang cukup masif.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran bapak-bapak polisi. Pekerjaan yang berat jadi terasa ringan karena dikerjakan bersama-sama,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat di Meurah Dua.
Polres Pidie Jaya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di Meurah Dua hingga kondisi benar-benar pulih 100%. Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika ditemukan adanya potensi bahaya bencana susulan di wilayah mereka.[]









