SEANTERONEWS.com — Keberadaan Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, hingga kini masih menjadi tanda tanya besar setelah hilang kontak sejak Selasa (25/11/2025). Ia terakhir memberi kabar ketika menyebut dirinya terjebak di kawasan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), wilayah yang saat itu dilanda longsor dan banjir besar.
Pada Selasa pagi, upaya menghubungi Syukri tidak membuahkan hasil. Namun sekitar pukul 11.10 WIB, ia masih sempat mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp kepada rekannya bahwa dirinya terjebak dan jaringan komunikasi di lokasi benar-benar terputus. Setelah itu, tidak ada lagi respons maupun tanda-tanda komunikasi, membuat keluarga dan rekan kerja semakin cemas.
Sitahuis dan sejumlah wilayah Tapanuli Tengah kini berada dalam kondisi darurat. Akses jalan tertutup material longsor, beberapa jembatan rusak, jaringan telekomunikasi lumpuh total, dan listrik padam di banyak titik. Faktor geografis yang berat membuat proses pencarian Syukri terhambat dan sangat menantang bagi tim di lapangan.
Situasi ini memicu kekhawatiran mendalam dari keluarga, kerabat, dan masyarakat Sibolga. Mereka berharap Syukri berada dalam kondisi selamat meski akses informasi sangat terbatas. Pihak terkait juga masih berupaya menjalin komunikasi, namun kendala jaringan membuat kabar perkembangan sulit diperoleh.
Dari pihak internal pemerintahan dan jaringan politiknya, berbagai upaya dilakukan untuk mengumpulkan informasi terbaru. Meski begitu, belum ada kabar pasti yang dapat dipublikasikan karena sampai sekarang belum ada temuan valid mengenai posisi Syukri maupun kondisinya. Semua pihak diminta tetap tenang dan menunggu pembaruan resmi.
Sementara itu, warga Sibolga dan Tapanuli Tengah terus berjuang menghadapi dampak banjir dan longsor yang terjadi beruntun. Banyak keluarga mengungsi, dan kebutuhan logistik semakin mendesak. Kondisi ini mendorong seruan agar pemerintah mempercepat bantuan serta memastikan keselamatan masyarakat, termasuk pejabat yang ikut terjebak bencana.
Hingga saat ini, pencarian terhadap Wali Kota Sibolga masih berlangsung. Publik menaruh harapan besar agar akses segera pulih sehingga informasi mengenai keberadaan Syukri dapat diketahui. Situasi darurat di kawasan tersebut diharapkan segera membaik agar proses evakuasi dan pencarian bisa dilakukan lebih optimal.[]










