EKONOMI

Ekonomi Global Lesu, India Tumbuh 7,3% Berkat Kekuatan Tersembunyi

Banda Aceh – India kembali membuktikan statusnya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. Dalam sebuah jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, Produk Domestik Bruto (PDB) India diperkirakan tumbuh kuat sebesar 7,3% pada kuartal Juli hingga September 2025 (Kuartal II Tahun Fiskal 2026).

Angka 7,3% ini, meskipun sedikit melambat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 7,8%, jauh melampaui kinerja banyak negara maju dan menempatkan India di posisi terdepan di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi. Para analis menyebut, keajaiban pertumbuhan ini didorong oleh dua pilar utama yang tak terduga.

Berbeda dengan kuartal-kuartal sebelumnya yang didominasi oleh permintaan perkotaan, Kuartal II ini menandai adanya Pemulihan Pedesaan (Rural Revival) yang kuat.

  • Peningkatan Permintaan Domestik: Konsumsi rumah tangga, yang menyumbang sekitar 60% dari PDB, menguat karena daya beli di wilayah pedesaan membaik. Hal ini didukung oleh panen hasil pertanian yang lebih baik dan stabilnya pendapatan rumah tangga di daerah tersebut.

  • Dampak Kebijakan Fiskal: Pemotongan tarif pajak penghasilan dan penurunan suku bunga moneter yang dilakukan Bank Sentral India (RBI) turut mendorong kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pertumbuhan dari kota-kota besar hingga ke pelosok desa.

Pilar pertumbuhan kedua yang konsisten adalah belanja modal (Capital Expenditure atau Capex) dari Pemerintah India.

Komitmen New Delhi terhadap pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan proyek teknik berat lainnya tetap tinggi. Peningkatan signifikan dalam pengeluaran pemerintah ini menciptakan efek berganda, terutama pada sektor konstruksi dan manufaktur, yang pada gilirannya menopang penciptaan lapangan kerja dan permintaan bahan baku.

Dengan perkiraan pertumbuhan 7,3%, India terus memimpin di antara ekonomi besar dunia, mengungguli negara-negara seperti Tiongkok yang pertumbuhan ekonominya sedang melambat. Kecepatan ini memperkuat keyakinan lembaga internasional bahwa India berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan momentumnya, didukung oleh permintaan domestik yang kokoh.

Meski demikian, para ekonom mencatat bahwa investasi swasta masih berjalan lambat, mengindikasikan bahwa ekspansi ekonomi masih belum merata. Semua mata kini tertuju pada National Statistical Office yang dijadwalkan merilis angka PDB resmi pada 28 November 2025, untuk mengonfirmasi apakah India benar-benar berhasil mencapai ‘angka sakti’ 7,3% ini.

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts