SEANTERONEWS.com – Upacara peringatan HUT ke‑80 Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat berjalan haru saat terjadi insiden bendera Merah Putih terbalik—warna putih berada di atas dan merah di bawah—yang terekam dan viral di media sosial.
Momen Panik dan Kepanikan yang Mendalam
Video insiden menunjukkan tiga anggota Paskibraka tampak panik. Seorang petugas protokol bahkan berlari ke tiang untuk memperbaiki posisi bendera. Momen ini begitu menegangkan, namun berhasil ditangani dalam hitungan detik hingga bendera dapat dikibarkan dengan benar.
Tangis Mengalir: Simbol Rasa Malu dan Tanggung Jawab
Setelah upacara selesai, para Paskibraka meneteskan air mata. Tangis itu diyakini sebagai bentuk tekanan emosional dan perasaan bersalah akibat kesalahan teknis yang terjadi saat upacara. Panitia segera memberikan dukungan agar mereka tidak berkecil hati.
Panitia Minta Maaf, Tekankan Kesalahan Bukan Maksud
Ketua panitia HUT Mamasa menjelaskan bahwa insiden merupakan kesalahan teknis, bukan disengaja. Faktor gugup dari petugas Paskibraka dianggap sebagai penyebab utama, bukan karena persiapan yang kurang.
Pelajaran Emosional dan Profesional untuk Paskibraka
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa di balik setiap momen sakral terdapat beban emosional besar. Meski sudah matang berlatih bersama TNI–Polri, tekanan di hari H masih bisa menghasilkan kesalahan. Kini, insiden ini mengingatkan pentingnya kesiapan mental dalam tugas pengibaran bendera, lebih dari sekadar teknis.[]










