KESEHATAN

Ancaman Karhutla: Risiko Bronkitis & Infeksi Napas Anak

Asap karhutla mengancam kesehatan anak, memicu pneumonitis, eksaserbasi asma, hingga pneumonia dan bronkitis. Simak penjelasan IDAI.

JAKARTA — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyimpan ancaman serius bagi kesehatan anak. Karena sistem kekebalan tubuh dan anatomi pernapasan mereka masih dalam tahap berkembang, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terpapar partikel halus dan polutan dari asap karhutla.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Khairiyadi Ismail, Sp.A, Subsp.Respi.(K), menjelaskan bahwa paparan asap karhutla tidak sekadar memicu kekambuhan asma, melainkan juga merusak pertahanan alami saluran napas sehingga risiko infeksi meningkat tajam.

Berdasarkan pemaparan dr. Khairiyadi, setidaknya terdapat tiga penyakit pernapasan utama akibat polutan karhutla yang memiliki gejala mirip satu sama lain:

  1. Pneumonitis akibat iritan: Peradangan dan cedera jaringan paru tanpa infeksi kuman yang murni dipicu oleh paparan asap.

  2. Eksaserbasi asma: Penyempitan dan hipersensitivitas saluran napas (bronkus) akibat polusi.

  3. Pneumonia infeksius: Peradangan jaringan paru akibat patogen (bakteri/virus) yang mudah masuk saat benteng pertahanan saluran napas melemah.

Selain ketiga kondisi tersebut, dr. Khairiyadi menegaskan bahwa paparan asap karhutla juga dapat memicu bronkitis akibat iritasi polutan.

Pentingnya Diagnosis Medis dan Bijak Gunakan Antibiotik

Mengingat gejala antarpenyakit respiratori tersebut kerap mirip, orang tua diingatkan agar tidak mendiagnosis sendiri. Diperlukan pemeriksaan tenaga medis profesional agar penanganan yang diberikan tepat sasaran, terutama terkait penggunaan antibiotik.

“Nah, makanya itu kita harus memilah mana (kondisi) yang perlu antibiotik, mana yang tidak perlu antibiotik. Penggunaan antibiotik tidak rutin diberikan pada pneumonitis iritan atau eksaserbasi asma tanpa infeksi,” tegas dr. Khairiyadi.

Bukti Nyata Dampak PM2,5 terhadap Anak

Dampak buruk partikel halus (PM2,5\text{PM}_{2,5}) dari karhutla ini turut dikuatkan oleh berbagai data epidemiologis. Studi di Palembang (2011–2020) menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi PM2,5\text{PM}_{2,5} berbanding lurus dengan lonjakan kasus pneumonia pada anak.

Hal serupa terlihat nyata di RSUD Ulin Kalimantan Selatan pada tahun 2026, di mana kunjungan rawat jalan maupun rawat inap untuk kasus infeksi saluran napas dan asma meningkat secara signifikan seiring puncak musim kemarau dan insiden karhutla.

✦ Bagaimana perasaan Anda tentang berita ini? 12 reaksi

Prakiraan Cuaca

Sumber: BMKG / Open-Meteo
Banda Aceh 00:00
28° Cerah Berawan
80% 4.2 km/j
Medan 00:00
28° Cerah Berawan
79% 3.6 km/j
Jakarta Pusat 01:00
30° Cerah Berawan
71% 4.3 km/j
Cari & pilih kota untuk melihat cuaca. Data di-cache agar ringan.
author avatar
Iqbal Sahputra

Related Posts