PIDIE JAYA – Lantunan zikir dan semerbak aroma khas rempah kuah beulangong menyelimuti halaman Gedung MTQ di Kompleks Perkantoran Bupati Pidie Jaya, Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kamis (29/10/2026). Sebanyak 5.000 warga dari berbagai penjuru berkumpul menyemarakkan gelaran akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2026.
Mengusung tema “Dengan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Kita Perkuat Ukhuwah dan Tingkatkan Ketaqwaan Menuju Pidie Jaya yang Maju dan Sejahtera”, perhelatan religius ini menjadi arena konsolidasi kultural sekaligus peneguh solidaritas sosial masyarakat pascabencana di daerah berjuluk Negeri Japakeh tersebut.
Hadir dalam momentum sakral ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME, Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., Komandan Kodim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., jajaran pejabat satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), alim ulama, serta pemuka adat setempat.
Peringatan maulid dikemas interaktif melalui serangkaian perlombaan antarkecamatan se-Kabupaten Pidie Jaya. Setiap delegasi wilayah mendirikan stan kuliner, tenda prasmanan, dan panggung pertunjukan zikir secara mandiri. Dewan juri menilai kekompakan tim dalam melantunkan bait zikir maulid tradisional, keahlian meracik kuah kari beulangong khas Aceh, hingga nilai estetika dekorasi tenda.
Sekitar pukul 12.30 WIB, Bupati Sibral Malasyi bersama unsur Forkopimda meninjau langsung ke setiap dapur umum kecamatan. Sembari berdialog dengan para koki kuali raksasa (kande), bupati mengapresiasi antusiasme warga yang bahu-membahu menyajikan jamuan kenduri bagi seluruh lapisan masyarakat dan tamu kehormatan.
Pengamanan Humanis dan Situasi Kondusif
Demi mengawal kelancaran mobilisasi ribuan pengunjung dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan pusat pemerintahan, Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya menerjunkan sebanyak 112 personel pengamanan terpadu.
Kapolres Pidie Jaya AKBP Tendri Wardi menegaskan bahwa operasi pengamanan mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif secara humanis, yang didukung patroli tertutup intelijen serta kesiapan penegakan hukum guna mengantisipasi gangguan ketertiban umum.
“Pengerahan personel ini ditujukan untuk memberikan rasa tenang bagi jamaah yang larut dalam ibadah zikir serta memastikan jalur logistik konsumsi berjalan tertib tanpa hambatan,” terang kapolres di sela kegiatan.
Rangkaian kenduri akbar dan pembagian santapan persaudaraan tersebut rampung pada pukul 14.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Semarak maulid ini tidak sekadar menjadi ajang pelestarian warisan tradisi keislaman Aceh, melainkan pilar perekat silaturahmi antara umara, ulama, dan rakyat Pidie Jaya.[]










