SEANTERONEWS.com – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras aksi peluncuran rudal balistik yang dikaitkan dengan milisi Houthi dan mengarah ke wilayah dua kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Aliansi negara-negara Muslim ini menyerukan konsolidasi kekuatan diplomatik dunia Islam guna merespons eskalasi militer yang dinilai mencederai marwah kawasan suci.
Kecaman tegas tersebut disuarakan langsung oleh Sekretaris Jenderal OKI, Ismail Ould Cheikh Ahmed. Dalam keterangan resminya, ia menegaskan bahwa ancaman senjata ke arah kawasan sakral seperti Makkah dan Madinah tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai urusan kedaulatan domestik Kerajaan Arab Saudi, melainkan telah menyinggung kehormatan miliaran umat Islam di penjuru dunia.
“Tindakan agresi yang mengancam keselamatan warga sipil dan merongrong kesucian tanah haram merupakan pelanggaran berat yang membutuhkan respons kolektif, tegas, dan bertanggung jawab dari seluruh dunia Islam,” tegas Sekjen OKI dalam pernyataannya.
Deteksi Serpihan di Dekat Dataran Arafat
Kekhawatiran OKI memuncak setelah serpihan logam pertahanan udara dilaporkan jatuh di kawasan Wadi Al-Maghamis. Area ini berjarak sangat dekat dengan Padang Arafat, salah satu episentrum paling sakral dalam pelaksanaan rukun ibadah haji.
Berdasarkan laporan otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi melalui Saudi Press Agency (SPA), sistem pertahanan udara kerajaan berhasil mengintersepsi dua unit rudal balistik pada Sabtu (24/10/2026). Pencegatan di udara tersebut menyebabkan serpihan proyektil berhamburan di sejumlah titik terpisah, antara lain:
Wadi Al-Maghamis di wilayah Makkah Al-Mukarramah,
Kawasan Al-Nuzha di pesisir Jeddah,
Wadi Jalil di wilayah Taif, serta
Kawasan Masturah di distrik Rabigh.
Aparat setempat memastikan protokol darurat langsung dijalankan di titik-titik jatuhnya debris. Hingga laporan resmi dirilis, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur vital.
Fakta bahwa rudal berhasil dihancurkan sebelum memasuki target menegaskan bahwa situs-situs suci tidak mengalami hantaman fisik langsung, melainkan terdampak sebaran serpihan hasil intersepsi pertahanan udara.
Bantahan Milisi dan Sikap Kolektif OKI
Di sisi lain, kantor berita Reuters mewartakan bantahan dari pihak Houthi. Perwakilan kelompok bersenjata tersebut menyangkal tudingan bahwa operasi militernya diarahkan ke dua kota suci Islam. Mereka mengklaim bahwa sasaran serangan udara terbatas pada instalasi strategis, fasilitas pengolahan minyak bumi, bandar udara, dan pangkalan militer di wilayah teritorial Arab Saudi.
Kendati terdapat silang klaim terkait target sesungguhnya, OKI menegaskan komitmen dukungannya terhadap Riyadh dalam mempertahankan kedaulatan teritorial dan melindungi keselamatan jutaan jemaah maupun penduduk sipil.
OKI mendesak komunitas internasional untuk turut menekan pihak-pihak yang bertanggung jawab agar segera menghentikan peluncuran proyektil lintas batas. Organisasi multilateral ini memperingatkan bahwa jatuhnya serpihan amunisi di kawasan padat penduduk dan wilayah peribadatan berpotensi menyulut ketegangan geopolitik yang jauh lebih destruktif di Timur Tengah.[]










