PIDIE JAYA – Komitmen penguatan mutu pendidikan terus dipacu di Kabupaten Pidie Jaya. Seluruh kepala SMA dan SMK di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pidie Jaya resmi menandatangani pakta integritas sebagai langkah konkret mendorong lonjakan nilai Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kompetensi Akhir (TKA) tahun ajaran 2026, Kamis (8/10/2026).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Razali, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pengesahan dokumen ini memiliki bobot strategis bagi ekosistem madrasah dan sekolah umum.
Pakta integritas tersebut diposisikan sebagai instrumen evaluasi utama sekaligus tolok ukur akuntabilitas kinerja manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan standar kompetensi peserta didik di masing-masing lembaga.
“Pada tahun 2026 ini, akumulasi peserta yang tercatat bakal mengikuti rangkaian TKA dan AN pada jenjang SMA, SMK, hingga SLB di seluruh wilayah Pidie Jaya mencapai 1.618 siswa,” papar Razali.
Berdasarkan pemutakhiran data dinas, komposisi peserta ujian terbagi ke dalam tiga jenjang:
Siswa SMA: 1.145 orang
Siswa SMK: 466 orang
Siswa SLB: 7 orang
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, agenda evaluasi terstandarisasi ini akan digelar serentak mulai 27 Oktober 2026 mendatang.
Skema Solutif bagi Sekolah Minim Fasilitas
Mengenai aspek kesiapan teknis di lapangan, Razali memastikan seluruh tahapan persiapan—mulai dari sinkronisasi data peserta, ketersediaan unit komputer, hingga kestabilan jaringan internet—telah dimatangkan secara optimal.
Guna menjamin keadilan akses bagi satuan pendidikan yang masih memiliki keterbatasan sarana laboratorium komputer, pihak dinas telah menyiapkan solusi merger lokasi ujian.
“Bagi sekolah yang infrastruktur komputer maupun jaringan internetnya belum memadai, pelaksanaan ujian diarahkan menumpang di sekolah terdekat yang telah memiliki fasilitas lengkap, seperti di SMAN 2 Meureudu dan SMKS Tastafi,” terang Razali.
Sinergi Lintas Sektor Amankan Pelaksanaan Ujian
Kelancaran agenda evaluasi berskala kabupaten ini dinilai membutuhkan sokongan terpadu dari berbagai pihak. Razali menyerukan pentingnya sinergi kolektif dari kalangan orang tua murid, komite sekolah, masyarakat, rekan media, serta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pidie Jaya.
Di samping itu, koordinasi khusus dijalin bersama instansi penyedia layanan vital publik, seperti PT PLN untuk menjamin pasokan daya listrik tanpa pemadaman, serta Telkomsel guna memastikan kestabilan transmisi jaringan pita lebar selama sesi ujian berlangsung.
“Harapan kita bersama, pelaksanaan TKA dan AN jenjang SMA sederajat tahun ini di Pidie Jaya dapat berjalan tanpa kendala. Target kita adalah sukses sejak fase perencanaan, sukses pada saat pelaksanaan, dan tentu saja membuahkan hasil nilai akhir yang membanggakan. Inilah ruh utama dari penandatanganan pakta integritas hari ini,” pungkasnya.[]










