MANCHESTER — Manchester United (MU) membuka kembali perjalanan mereka di Liga Champions dengan cara meyakinkan. Bermain di Old Trafford, Jumat dini hari WIB, (11/9/2026), Setan Merah menghancurkan Sabah FC dengan skor telak 4-0 pada pertandingan perdana fase liga.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi penegasan awal MU setelah kembali ke panggung utama sepak bola Eropa. Sabah, juara Azerbaijan yang untuk pertama kalinya menembus fase liga Liga Champions, dibuat tak berkutik menghadapi tekanan dan kualitas permainan tuan rumah. Reuters melaporkan United memang tampil dominan dan menjadikan laga tersebut sebagai modal positif sebelum menghadapi Manchester City di Liga Inggris.
Matheus Cunha membuka pesta gol Manchester United pada menit ke-27. Penyerang asal Brasil itu memanfaatkan kesalahan di lini belakang Sabah untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Sabah sebenarnya sempat memiliki peluang untuk mengubah jalannya pertandingan. Namun, kesempatan tersebut gagal dimaksimalkan. The Guardian mencatat Joy-Lance Mickels memiliki peluang emas pada menit ke-39 ketika mendapat ruang di depan gawang, tetapi sundulannya melebar. Momen tersebut kemudian menjadi titik balik karena Sabah gagal menyamakan kedudukan.
Manchester United tidak memberi kesempatan lawannya bernapas lebih lama. Bruno Fernandes menggandakan keunggulan menjelang turun minum, sebelum Benjamin Šeško menambah gol ketiga. United pun memasuki jeda pertandingan dengan keunggulan 3-0.
Gol Šeško menjadi sorotan tersendiri. Penyerang Slovenia tersebut baru kembali setelah mengalami cedera tulang kering yang membuatnya absen hampir tiga bulan. Reuters menyebut gol melawan Sabah menjadi dorongan penting bagi kepercayaan dirinya menjelang derby Manchester.
Selepas jeda, Manchester United tetap mengendalikan permainan. Sabah berusaha keluar dari tekanan, tetapi kesulitan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.
Lisandro Martínez kemudian mengunci kemenangan United pada menit ke-69. Gol tersebut melengkapi pesta empat gol sekaligus memastikan gawang tuan rumah tetap tidak tersentuh hingga pertandingan berakhir. Situs resmi Manchester United mengonfirmasi skor akhir 4-0 di Old Trafford.
Bagi United, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin pembuka. Performa tersebut memberi sinyal positif bagi tim asuhan Michael Carrick setelah kembali ke kompetisi elite Eropa. Carrick menilai permainan menyerang timnya berjalan baik dan puas karena United mampu mempertahankan clean sheet.
“It’s nice to have a clean sheet,” kata Carrick seusai pertandingan, Kamis, 10 September 2026. Ia menilai sejumlah pemain ofensif tampil sangat baik dan timnya mampu menunjukkan permainan berbahaya ketika melakukan transisi.
Bagi Šeško, gol tersebut juga datang pada waktu yang tepat. Sehari setelah pertandingan, Jumat, 11 September 2026, Carrick kembali menegaskan bahwa kehadiran penyerang berusia 23 tahun itu memberikan dimensi berbeda bagi lini depan United, terutama melalui kekuatan fisik, kecepatan, serta kemampuannya berlari di belakang pertahanan lawan.
“Sangat menyenangkan bisa kembali ke level ini,” ujar Carrick mengenai kondisi Šeško dalam pernyataan kepada wartawan pada 11 September 2026. Ia menyebut sang striker telah bekerja keras untuk memulihkan kebugarannya dan kini mulai kembali memberikan kontribusi penting.
Šeško sendiri mengakui gol di Old Trafford memberikan tambahan kepercayaan diri. Dalam pernyataannya kepada TNT Sports yang dikutip Reuters pada 11 September 2026, ia menegaskan pentingnya segera memulihkan kondisi fisik dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.
Kemenangan atas Sabah juga menjadi pembuka ideal bagi Manchester United sebelum menghadapi Manchester City dalam derby. Dengan lini depan mulai menunjukkan ketajaman dan pertahanan mampu mencatatkan clean sheet, Carrick mendapatkan modal penting untuk menghadapi ujian yang jauh lebih berat.
Sementara itu, Sabah tetap mencatat sejarah meski pulang dari Old Trafford dengan kekalahan besar. Klub asal Azerbaijan tersebut menjadi salah satu debutan fase liga Liga Champions musim ini setelah melewati rangkaian kualifikasi. Reuters juga mencatat Sabah membuat sejarah dengan menurunkan starting XI yang terdiri dari 11 pemain dengan kewarganegaraan berbeda.
Kekalahan 0-4 memang menjadi tamparan keras bagi Sabah. Namun, perjalanan mereka di Liga Champions belum berakhir. Bagi Manchester United, kemenangan telak tersebut justru menjadi pesan awal: mereka datang kembali ke panggung Eropa bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi.(*)










