ACEH

Cegah Gangguan Kamtibmas pada Sektor Finansial, Polres Pidie Jaya Sinkronkan Sistem Pengamanan Perbankan

Polres Pidie Jaya menggelar anev pengamanan objek vital bersama pimpinan bank guna perkuat koordinasi dan jamin keamanan transaksi keuangan masyarakat.

MEUREUDU – Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya memperketat sistem proteksi pada sektor perbankan dan transaksi keuangan masyarakat. Menindaklanjuti dinamika keamanan di wilayah hukumnya, jajaran kepolisian mengundang seluruh pimpinan entitas perbankan untuk duduk bersama dalam forum Analisa dan Evaluasi (Anev) Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit), Rabu (9/9/2026).

Pertemuan lintas sektor tersebut dipusatkan di Aula Thatya Daraka, Mapolres Pidie Jaya. Forum ini diinisiasi secara terstruktur untuk mengaudit efektivitas pengamanan fisik, memetakan potensi celah kerawanan, serta menyelaraskan prosedur penanganan kedaruratan di lingkungan perbankan.

Agenda anev dipimpin langsung oleh Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., dengan didampingi Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kompol Chairil Anshar, S.Sos., S.H., M.H., serta Kepala Satuan Samapta (Kasat Samapta) IPTU Jumadil Firdaus, S.H., M.Si.

Sejumlah petinggi lembaga keuangan daerah tampak hadir memenuhi undangan, di antaranya Pemimpin Cabang Bank Aceh Syariah (BAS) Meureudu, serta Kepala Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) dari berbagai titik strategis, meliputi KCP Meureudu, KCP Trienggadeng, KCP Bandar Dua, dan KCP Meurah Dua.

Tinjau Kesiapsiagaan Personel dan Infrastruktur Pengamanan

Dalam arahannya, AKBP Tendri Wardi menekankan bahwa fasilitas perbankan memegang peranan krusial sebagai denyut nadi perekonomian masyarakat, sehingga masuk dalam klasifikasi objek vital yang memerlukan standar penjagaan prima. Pengawasan tidak sekadar berfokus pada kehadiran fisik personel kepolisian yang bertugas jaga, melainkan kesiapan sarana penunjang seperti integrasi alarm darurat, keandalan rekaman kamera pengawas (CCTV), hingga pola pengawalan mobilitas kas (cash-in-transit).

Kapolres menggarisbawahi bahwa kunci dari terciptanya situasi yang kondusif bertumpu pada komunikasi aktif yang konsisten antara pengelola bank dan aparat kepolisian, baik di tingkat polres maupun kepolisian sektor (polsek).

“Pengamanan pada objek vital perbankan menuntut keterpaduan langkah. Saluran koordinasi ini harus terus hidup agar setiap indikasi gangguan kamtibmas dapat direspons secara cepat, terukur, dan tepat sasaran,” tegas Tendri di hadapan jajaran pimpinan perbankan.

Melalui konsolidasi berkala ini, kepolisian dan otoritas perbankan di Pidie Jaya bersepakat untuk terus memperbarui skema mitigasi risiko kejahatan. Sinergi yang solid ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan maksimal bagi para nasabah serta pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas finansial sehari-hari di Kabupaten Pidie Jaya.[]

image_print
author avatar
Saumi R News Tv

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts