PIDIE – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri dari UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar aksi edukasi unik di Gampong Mee Teungoh, Kabupaten Pidie, Minggu (9/8/2026). Mengusung konsep ekoteologi, para mahasiswa mengajak puluhan anak-anak tingkat SD dan SMP untuk memahami bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian dari ibadah.
Kegiatan yang dipusatkan di Meunasah Meugoe ini dipimpin oleh Ketua Kelompok KPM, Muhammad Hatta Saiyus. Sebanyak 10 mahasiswa terlibat aktif dalam membimbing 30 peserta didik untuk memahami hubungan antara agama dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Ekoteologi, sebagai fokus utama edukasi, menekankan bahwa alam semesta adalah amanah Sang Pencipta yang harus dijaga oleh manusia sebagai khalifah di muka bumi. Pendekatan ini dipilih karena dinilai sangat relevan dengan nilai-nilai keislaman yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami ingin mengubah pola pikir anak-anak bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal kewajiban sosial. Lebih dari itu, kebersihan dan kelestarian alam adalah bentuk tanggung jawab kita kepada Allah SWT. Jika lingkungan bersih, maka ibadah dan kehidupan sehari-hari pun menjadi lebih nyaman,” ujar Muhammad Hatta di sela kegiatan.

Selain pemaparan materi, kegiatan ini langsung diikuti dengan aksi nyata berupa kerja bakti atau gotong royong membersihkan area sekitar Meunasah Meugoe. Anak-anak yang terlibat tampak antusias memungut sampah dan menata lingkungan, membuktikan bahwa edukasi yang relevan dapat memantik kepedulian generasi muda.
Meskipun waktu pelaksanaan terbatas, antusiasme peserta tetap terjaga tinggi. Bagi para mahasiswa, kegiatan ini merupakan cara efektif untuk menanamkan kebiasaan baik sejak usia dini, seperti mengurangi penggunaan plastik, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga ekosistem sekitar rumah.
Pemberdayaan masyarakat berbasis nilai keislaman dan kearifan lokal ini menjadi program unggulan kelompok KPM Mandiri di Gampong Mee Teungoh. Mahasiswa berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang kuat.
Dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap tindakan terhadap alam, mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah berupaya membangun fondasi komunitas yang sadar lingkungan. Harapannya, kebiasaan baik ini terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya warga Gampong Mee Teungoh dalam mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.[]









