PIDIE – Menanamkan karakter positif sejak dini menjadi langkah krusial dalam dunia pendidikan. Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan aman, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 01 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar sosialisasi edukasi anti-perundungan (anti-bullying) di SD Negeri 3 Beureuneun, Kabupaten Pidie, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 40 siswa kelas V dan VI. Program edukasi tersebut merupakan bagian dari serangkaian pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KPM di Desa Mee Teungoh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Untuk membangun suasana belajar yang tidak kaku, mahasiswa KPM memulai kegiatan dengan ice breaking yang dinamis. Tujuannya untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan siswa sebelum memasuki materi yang lebih serius.
Materi edukasi kemudian dibawakan oleh Miftahul Jannah, salah satu anggota kelompok KPM. Ia membedah secara detil mengenai berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying yang sering kali tidak disadari oleh anak-anak.
Agar materi mudah dicerna, mahasiswa menggunakan kombinasi media kreatif seperti presentasi PowerPoint, poster visual, video pendek, serta permainan interaktif. Siswa juga dilibatkan secara aktif melalui sesi menulis, di mana mereka diminta menyebutkan contoh tindakan perundungan yang pernah mereka lihat atau ketahui di lingkungan sekolah.
Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi momen bagi para siswa untuk berbagi pandangan. Ketua KPM Mandiri Kelompok 01, Muhammad Hatta Saiyus, menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan keberanian siswa untuk bersikap dan bertindak jika melihat tindakan perundungan di sekitar mereka.
“Kami tidak hanya ingin mereka tahu apa itu bullying, tapi kami ingin mereka berani menolak perundungan dan tidak ragu untuk melaporkan jika menjadi korban atau saksi. Langkah kecil ini adalah kunci untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” jelas Muhammad Hatta.
Rangkaian acara ditutup dengan momen kreatif di photobooth bertema “Stop Bullying”. Para siswa dengan penuh semangat berfoto bersama sebagai simbol deklarasi bersama untuk tidak melakukan perundungan di lingkungan sekolah mereka.
Kepala sekolah dan dewan guru SD Negeri 3 Beureuneun memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah ini. Edukasi tentang perundungan dinilai sangat penting bagi perkembangan karakter anak di era digital saat ini.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan pendidikan di daerah. Dengan pendekatan yang humanis dan edukatif, mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 01 berharap dapat menginspirasi para siswa untuk saling menghargai satu sama lain, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif dan bebas dari segala bentuk perundungan di Kabupaten Pidie.[]









