PIDIE – Langkah kreatif dilakukan oleh sepuluh mahasiswa Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 01 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juli 2026, mereka mendampingi pelaku usaha di Gampong Mee Teungoh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, untuk merambah dunia digital melalui pemanfaatan Google Maps.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendongkrak visibilitas para pelaku usaha lokal agar lebih mudah diakses oleh calon konsumen. Mahasiswa KPM membantu mendaftarkan titik lokasi usaha warga ke dalam aplikasi peta digital tersebut, sehingga keberadaan toko kelontong, usaha pangkas rambut, rumah jahit, hingga bengkel aluminium dapat ditemukan hanya melalui gawai.
Pendigitalan lokasi usaha ini menjadi solusi atas minimnya informasi yang tersedia bagi masyarakat luar saat mencari produk atau jasa di Gampong Mee Teungoh. Dengan terdaftarnya usaha di Google Maps, masyarakat tidak perlu lagi kebingungan atau bertanya-tanya kepada warga sekitar untuk menemukan lokasi layanan yang mereka butuhkan.
Andri Julius Sihombing, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa langkah sederhana ini memiliki dampak besar terhadap ekonomi gampong. “Banyak usaha potensial di sini yang selama ini hanya dikenal oleh warga lokal. Dengan masuk ke Google Maps, kami ingin usaha mereka bisa diketahui oleh orang dari luar gampong, bahkan orang dari luar daerah yang sedang melintas,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari misi pengabdian mahasiswa untuk mengenalkan teknologi digital sebagai sarana meningkatkan daya saing UMKM. Selain mendaftarkan lokasi ke peta digital, mahasiswa KPM juga melakukan sosialisasi kepada para pemilik usaha mengenai pentingnya eksistensi di dunia maya.
Pemanfaatan Google Maps dipilih karena aksesibilitasnya yang tinggi dan kemudahannya dalam penggunaan sehari-hari. Mahasiswa turut mengajak masyarakat untuk mulai memahami bahwa teknologi digital adalah alat yang dapat membantu meningkatkan pendapatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Kepala Gampong Mee Teungoh menyambut baik inisiatif mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah ini. Ia berharap langkah digitalisasi ini dapat berlanjut dan memotivasi pelaku usaha lainnya untuk lebih kreatif dalam mempromosikan produk mereka.
Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa intervensi teknologi sederhana dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi pedesaan. Bagi mahasiswa KPM, kegiatan ini tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan sebuah aksi nyata untuk membantu masyarakat pesisir dan perdesaan dalam menghadapi tantangan era digital, memastikan potensi ekonomi lokal di Gampong Mee Teungoh dapat terus tumbuh dan berkembang.[]









