Sirkuit Internasional Mandalika kembali membuktikan tajinya sebagai kiblat otomotif di Indonesia. Setelah sukses menjadi rumah bagi ajang MotoGP, sirkuit yang terletak di pesisir Lombok ini dijadwalkan akan menjadi tuan rumah balapan mobil prestisius, GT World Challenge Asia 2026, pada 1 hingga 3 Mei 2026 mendatang.
Lebih dari Sekadar Balap Mobil
Penyelenggaraan GT World Challenge Asia di Indonesia bukan sekadar ajang adu kecepatan. Pemerintah memandang acara ini sebagai instrumen vital dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional. Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, menegaskan bahwa ajang ini adalah panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara kelas dunia.
“Event ini mendorong peningkatan kualitas pembinaan atlet, industri olahraga, serta memperkuat sport tourism sebagai sektor strategis yang berkelanjutan,” ujar Taufik.
Harmoni Motorsport dan Budaya Lokal
Salah satu pembeda utama gelaran di Mandalika dibandingkan negara lain adalah sentuhan budayanya. Pada sesi opening ceremony, panitia telah menyiapkan pertunjukan megah yang menggabungkan elemen modern dan tradisional secara imersif.
Konsep visual upacara pembukaan akan menonjolkan ikon kebanggaan Nusa Tenggara Barat, yakni Gunung Rinjani dan Tambora, yang dipadukan dengan simbol nasional Garuda serta Merah Putih. Sebanyak 500 talenta lokal akan terlibat dalam kolaborasi tari dan musik lintas daerah, menciptakan narasi kuat tentang kebinekaan Indonesia di mata dunia.
Setelah prosesi budaya, penonton akan disuguhi aksi dari sekitar 23 mobil GT3 dan 46 pebalap yang berasal dari 17 negara, mulai dari Jepang, Australia, Amerika Serikat, hingga perwakilan tuan rumah, Indonesia.
Mendorong Roda Ekonomi dan “Nation Branding”
InJourney, selaku strategic holding sektor pariwisata, melihat ajang ini sebagai momentum emas untuk memperkokoh posisi kawasan The Mandalika sebagai destinasi sport and entertainment global.
“Kami melihat peluang besar untuk menjadikan ajang ini sebagai key driver dalam meningkatkan daya tarik Mandalika sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Veronica H. Sisilia, Direktur Komersial InJourney.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menjelaskan bahwa dampak ekonomi dari konsistensi gelaran internasional sangat signifikan. Multiplier effect yang dihasilkan mencakup: peningkatan okupansi hotel di sekitar kawasan Lombok, pertumbuhan UMKM lokal yang terlibat dalam ekosistem event dan terbukanya peluang investasi baru di kawasan ekonomi khusus.
Dengan integrasi standar global dan kearifan lokal, GT World Challenge Asia 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak ban di lintasan, tetapi juga jejak kesejahteraan bagi masyarakat sekitar dan citra positif bagi pariwisata Indonesia di kancah internasional.[]











