JAKARTA — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan tren positif di bursa domestik. Pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai respons optimistis para pelaku pasar modal dipicu oleh pemaparan kinerja pembangunan dan stabilitas nasional yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengungkapkan bahwa para investor menyambut baik gambaran ketahanan ekonomi serta berbagai peluang pertumbuhan yang ditawarkan oleh pemerintah.
“Pasar merespons secara positif atas laporan Bapak Presiden terkait perkembangan Indonesia, stabilitas yang terjaga, hingga peluang pertumbuhan yang diusung pemerintah. Kami sangat optimistis situasi ini menjadi landasan yang solid bagi pasar modal untuk terus berkembang,” ujar Irvan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat.
Efek Domino Pertumbuhan Ekonomi ke Pasar Modal
Irvan menjelaskan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional secara langsung akan memperkuat fundamental para emiten yang terdaftar di bursa. Ketika kinerja keuangan dan perolehan laba perusahaan tercatat mengalami peningkatan, nilai pasar modal secara keseluruhan otomatis akan ikut terdorong naik.
Kondisi dalam negeri yang stabil dan berdaya saing tinggi dinilai mampu memicu keterlibatan aktif dari berbagai kalangan pemodal:
-
Investor Domestik: Semakin percaya diri dan nyaman dalam melakukan aktivitas transaksi perdagangan saham.
-
Investor Asing: Melihat pasar keuangan Indonesia sebagai tujuan investasi (investable destination) yang menarik dan berprospek cerah dalam jangka panjang.
Optimisme Realisasi Investasi dan Target Ekonomi
Pernyataan dari pihak BEI tersebut bertepatan dengan penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026, yang dirangkaikan dengan Pengantar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menggarisbawahi bahwa capaian investasi dan angka pertumbuhan bukanlah hasil akhir, melainkan alat utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.
Pemerintah melaporkan realisasi investasi sepanjang tahun 2025 sukses menembus angka Rp1.931 triliun serta menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja baru. Berbekal formulasi kebijakan yang terukur dan rasional, pemerintah optimistis laju pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi mendekati kisaran 6 persen pada akhir tahun.











