SEOUL — Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, dilaporkan mengambil langkah efisiensi pada lini smartphone premium generasi mendatang. Perusahaan tersebut dikabarkan resmi membatalkan rencana penerapan fitur aperture variabel (diafragma yang dapat disesuaikan) pada seluruh jajaran seri flagship Galaxy S27.
Keputusan ini sekaligus membatalkan pertimbangan awal yang sempat muncul pertengahan Mei 2026 lalu, di mana Samsung sempat dirumorkan bakal menghadirkan teknologi bukaan lensa fleksibel tersebut—fitur yang sebelumnya diisukan bakal diusung oleh kompetitor utamanya, iPhone 18 Pro series.
Pertimbangan Biaya dan Ketebalan Modul Kamera
Melansir laporan GSM Arena, pembatalan ini didasari oleh beberapa kalkulasi teknis dan ekonomi yang matang:
-
Efisiensi Biaya Produksi: Penambahan mekanisme mekanis bukaan lensa meningkatkan biaya komponen secara signifikan. Hal ini dinilai tidak ideal di tengah melonjaknya harga komponen memori (DRAM) akibat maraknya pengembangan kecerdasan buatan (AI).
-
Desain Bodi Ponsel: Sistem aperture variabel membutuhkan ruang fisik ekstra yang berdampak langsung pada ketebalan tonjolan modul kamera (camera bump).
-
Fungsi yang Kurang Signifikan: Pihak pengembang menilai manfaat teknis dari penyesuaian intensitas cahaya secara mekanis kurang sepadan dibandingkan besarnya biaya produksi yang harus ditanggung pengguna.
Bukan Lagi Teknologi Baru Bagi Samsung
Secara teknis, fitur aperture variabel sejatinya bukan hal asing bagi pabrikan asal Korea Selatan ini. Samsung pernah merintis dan mengimplementasikan teknologi bukaan lensa ganda tersebut pada lini flagship lamanya, yaitu seri Galaxy S9 dan Galaxy S10 pada rentang tahun 2018 hingga 2019.
Namun, fitur tersebut dihentikan pada generasi-generasi berikutnya karena kemajuan pemrosesan komputasi fotografi berbasis perangkat lunak dinilai lebih efektif menangkap detail gambar tanpa memerlukan komponen mekanis tambahan.
Pembatalan fitur ini dipastikan berlaku menyeluruh untuk semua varian di jajaran Galaxy S27, termasuk seri tertinggi Galaxy S27 Ultra. Samsung diyakini bakal lebih berfokus pada penguatan pemrosesan gambar berbasis AI serta optimalisasi sensor utama ketimbang menambah kerumitan perangkat keras kamera.











