SEANTERONEWS.com — Lembaga jasa keuangan daerah, PT Bank Aceh Syariah, terus memperluas jangkauan pemahaman finansial bagi kalangan muda. Langkah nyata ini ditunjukkan lewat pembekalan literasi keuangan bagi sekitar 8.000 mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala (USK) dalam ajang Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) 2026 di Gedung Academic Activity Center (AAC), Banda Aceh, Rabu (12/8/2026).
Melalui diskusi interaktif bertema “Mahasiswa Melek Finansial: Tips Mengelola Keuangan dan Memanfaatkan Layanan Bank”, Bank Aceh berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK untuk menanamkan pemahaman mendasar terkait tata kelola dana pribadi dan kewaspadaan terhadap risiko transaksi di era serba digital.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, turun langsung membawakan materi dan membagikan panduan praktis bagi para civitas akademika baru. Ia menegaskan bahwa fase perkuliahan merupakan momen krusial untuk mengasah kemandirian dalam memilah antara kebutuhan prioritas dan keinginan konsumtif.
“Memasuki dunia kampus adalah langkah awal belajar mandiri, termasuk dalam memegang kendali atas keuangan pribadi. Pengetahuan mendasar mengenai cara menyisihkan tabungan, mengatur pengeluaran bulanan, dan memahami instrumen perbankan adalah fondasi penting sebelum melangkah ke dunia kerja,” terang Fadhil di hadapan ribuan mahasiswa.
Di samping tata kelola anggaran, Fadhil turut menyoroti maraknya ancaman finansial berbasis teknologi yang mengintai kalangan remaja, seperti jebakan pinjaman daring ilegal dan praktik perjudian siber. Ia mengimbau generasi muda agar senantiasa kritis serta memverifikasi legalitas setiap lembaga penyedia jasa keuangan.
Tak kalah penting, masalah keamanan data pribadi menjadi poin utama dalam pemaparan tersebut. Mengacu pada aturan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan (POJK 22 Tahun 2023), Fadhil mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kerahasiaan informasi sensitif seperti nomor OTP, PIN, maupun kata sandi.
“Kehadiran teknologi memudahkan transaksi, namun kita harus melek risiko. Bank tidak pernah meminta data rahasia seperti PIN atau OTP. Jangan mudah tergiur penawaran serba cepat, dan pastikan data pribadi selalu terlindungi dari modus penipuan digital,” tambahnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan seputar manajemen finansial dan keamanan perbankan. Agenda edukasi ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan divisi serta jajaran kepala cabang Bank Aceh sebagai wujud komitmen perbankan daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Aceh. []











