SEANTERONEWS.com – Di tengah tren kenaikan harga perangkat elektronik konsumen, Apple dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar untuk memikat kembali pasar melalui penyegaran lini produk Mac. Inovasi yang paling dinanti adalah kehadiran layar sentuh berteknologi OLED pada lini MacBook Pro.
Setelah bertahun-tahun menepis kemungkinan adopsi layar sentuh untuk laptop, Apple dilaporkan akan merilis MacBook Pro 14 inci dan 16 inci dengan layar sentuh OLED pada akhir 2026 atau awal 2027. Perangkat ini diprediksi akan ditenagai oleh chipset generasi terbaru, yakni M5 Pro atau M5 Max, dan saat ini dikabarkan sedang dalam tahap pengujian intensif bersama sistem operasi macOS 27.1.
Peta Jalan Inovasi Lini Mac
Laporan dari Bloomberg mengindikasikan bahwa Apple memiliki jadwal pengembangan yang padat untuk memperbarui seluruh ekosistem komputasinya. Setelah model M5, perusahaan rencananya akan memperkenalkan model dengan chip M7 pada tahun 2027 atau 2028.
Selain MacBook Pro, beberapa pembaruan lain juga tengah disiapkan:
MacBook Pro 14 inci: Akan mendapatkan chip M6, sementara model M7 akan menyusul tahun berikutnya dengan desain yang tetap mempertahankan estetika model saat ini.
iMac dan MacBook Air: Pembaruan akan segera menyusul pada awal tahun depan, dengan rencana rilis MacBook Air versi OLED pada tahun 2028.
MacBook Neo: Varian ekonomis ini juga akan disegarkan dengan pilihan warna baru serta chip A19 Pro yang lebih bertenaga.
Lonjakan Harga di Tengah Tingginya Permintaan
Kenaikan harga menjadi tren yang tak terelakkan di jajaran Mac tahun ini. Sebagai contoh, harga Mac Studio varian M4 kini dibanderol 2.499 dolar AS, naik 25% dari pendahulunya. Bahkan, model M3 Ultra Mac Studio mengalami lonjakan harga hingga 32,5% menjadi 5.299 dolar AS.
Meskipun harga melonjak, permintaan pasar terhadap lini Mac tetap tinggi. CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa peningkatan ini didorong oleh kebutuhan pengguna untuk menjalankan agen AI secara lokal (on-device). Perangkat seperti Mac mini dan Mac Studio menjadi pilihan utama para pengembang dan profesional yang membutuhkan tenaga komputasi besar untuk menjalankan beban kerja AI tanpa bergantung sepenuhnya pada cloud.
Strategi Apple terlihat jelas: meski harus menaikkan harga akibat krisis komponen dan tingginya biaya riset AI, mereka tetap memberikan nilai tambah berupa pembaruan performa dan fitur fisik yang signifikan. Dengan transisi ke teknologi layar sentuh dan chip yang lebih efisien, Apple tampaknya optimistis bahwa pengguna tetap akan setia memperbarui perangkat mereka demi pengalaman komputasi yang lebih modern dan adaptif terhadap era kecerdasan buatan.[]










