BREAKING

EDUKASI

DPR Soroti 10 Persen Calon Mahasiswa Tak Daftar Ulang

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyoroti fenomena 10 persen calon mahasiswa yang tidak daftar ulang setelah lulus SNBT dan SNBP.

JAKARTA – Fenomena banyaknya calon mahasiswa baru yang urung melakukan daftar ulang setelah dinyatakan lulus seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) mengundang perhatian parlemen. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mendesak pihak kampus dan kementerian terkait segera mengevaluasi persoalan ini guna mengurai penyebab riil serta memutus spekulasi miring di tengah masyarakat.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menjabarkan bahwa tingkat ketidakikutsertaan daftar ulang berada pada angka yang cukup tinggi. Baik pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), tercatat ada sekitar 10 persen calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus namun memutuskan untuk mundur.

“Sekitar 10 persen peserta yang lolos lewat jalur tes (SNBT) tidak mendaftar ulang. Kondisi serupa, yakni sekitar 10 persen, juga terjadi pada jalur prestasi (SNBP). Fenomena ini memerlukan investigasi dan solusi konkret. Kita harus mencari tahu faktor penyebabnya, agar tidak berkembang asumsi negatif di masyarakat bahwa mereka mundur semata-mata karena kendala ekonomi,” ungkap Fikri melalui keterangan resminya pada Kamis (2/7/2026).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) ini memetakan tiga faktor utama yang disinyalir menjadi pemicu tingginya angka calon mahasiswa yang mengundurkan diri pascakelulusan seleksi nasional tersebut:

Daya Tarik Perguruan Tinggi Kedinasan

Banyak peserta seleksi nasional yang dinilai lebih memilih masuk ke Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) atau sekolah kedinasan milik negara. Lembaga pendidikan kedinasan ini dianggap memiliki prospek kepastian kerja setelah lulus serta skema beasiswa penuh yang lebih menjanjikan bagi masa depan mereka.

Pergeseran Prioritas Pilihan Program Studi

Jurusan atau PTN yang dipilih peserta dalam pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kerap kali bukan merupakan prioritas utama mereka. Ketika dinyatakan lolos di pilihan cadangan, calon mahasiswa cenderung beralih ke perguruan tinggi swasta (PTS) pilihan, memutuskan langsung bekerja, atau memilih menunda masa studi (gap year).

Tren Melanjutkan Studi ke Luar Negeri

Adanya kecenderungan peningkatan jumlah lulusan sekolah menengah berprestasi yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi di universitas luar negeri. Walaupun hak masyarakat untuk memilih kampus tidak boleh dibatasi, tren ini dinilai perlu direspons secara bijak oleh perguruan tinggi dalam negeri.

Fikri menekankan pentingnya evaluasi kebijakan strategis di tingkat nasional guna mendongkrak daya saing perguruan tinggi dalam negeri. Dengan demikian, institusi pendidikan nasional dapat terus bertumbuh secara kualitas dan mampu bersaing secara global di tengah arus internasionalisasi pendidikan.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts