SEANTERONEWS.com – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) meluncurkan penyelidikan federal terhadap Kepolisian Philadelphia menyusul lonjakan dramatis pada angka pencabutan izin membawa senjata api di kota tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pembatalan izin tersebut melonjak hampir dua setengah kali lipat atau meningkat sekitar 160 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Merujuk pada data Kepolisian Philadelphia yang diperoleh oleh lembaga jurnalisme nirlaba The Trace, aparat keamanan setempat mencabut sebanyak 2.178 izin membawa senjata sepanjang tahun 2025. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021 yang hanya mencatatkan 822 kasus pencabutan.
Penyelidikan federal yang diinisiasi pada Juni lalu bertujuan untuk meneliti apakah kepolisian setempat menggunakan parameter yang terlalu subjektif atau samar dalam membatalkan hak kepemilikan senjata warga. Langkah hukum ini juga berjalan di tengah upaya pemerintahan Donald Trump untuk mengevaluasi berbagai pembatasan senjata api yang dinilai bertentangan dengan konstitusi.
Kasus Penertiban Kelompok Patroli Sipil
Isu ini mengemuka setelah kepolisian membatalkan izin membawa senjata milik beberapa anggota Black Lion Party for International Solidarity. Kelompok pengawas keamanan lingkungan mandiri tersebut kerap melakukan patroli di sudut-sudut kota dengan membawa senapan taktis.
Pada akhir Januari lalu, anggota kelompok tersebut terlibat adu mulut dengan petugas kepolisian setempat saat berpatroli. Sebulan berselang, lima anggota termasuk pemimpin mereka, Paul Birdsong menerima surat pembatalan izin senjata dengan alasan “karakter dan reputasi buruk” serta “alasan mendesak” (good cause) yang diizinkan di bawah undang-undang negara bagian Pennsylvania.
Kuasa hukum kelompok tersebut, Paul Hetznecker, mengkritik keras tindakan kepolisian. Ia menilai kepolisian menggunakan prosedur administratif perizinan sebagai alat penegakan hukum yang militeristik untuk mereduksi hak-hak sipil kelompok minoritas.
Hingga saat ini, dua anggota yang terbukti tidak berada di lokasi saat insiden adu mulut telah mendapatkan kembali izin mereka, sementara sisanya masih menunggu proses persidangan.
Upaya Legislasi dan Pembelaan Kepolisian
Kontroversi kriteria subjektif ini mendorong para legislator di negara bagian Pennsylvania untuk menyusun rancangan undang-undang baru. Aturan yang diinisiasi oleh State Representative Eric Davanzo dari faksi Republik bertujuan melarang kepolisian membatalkan izin membawa senjata hanya berdasarkan penilaian subjektif terhadap “reputasi dan karakter” seseorang tanpa adanya batasan hukum yang terdefinisi secara jelas.
Di pihak lain, Wali Kota Philadelphia Cherelle Parker beserta Komisaris Polisi Kevin Bethel membela keputusan jajarannya dan menyatakan tindakan tersebut sah secara hukum. Bethel menyatakan keyakinannya bahwa penyelidikan Departemen Kehakiman justru akan memvalidasi ketepatan prosedur institusinya.
“Kami memiliki mekanisme terstruktur dan tujuan yang jelas mengapa kami harus mengambil kembali senjata dari seseorang,” tegas Bethel.
Sebaliknya, Jaksa Wilayah Philadelphia, Larry Krasner, mendukung langkah kepolisian yang memperketat pengawasan senjata api. Ia mempertanyakan motif di balik penyelidikan federal tersebut dan menilai bahwa jumlah senjata serta izin membawa senjata yang beredar di masyarakat saat ini sudah terlalu tinggi, yang secara langsung berkolerasi dengan maraknya kasus penembakan.[]









