BREAKING

TEKNOLOGI

AS Cabut Larangan Ekspor Model AI Mythos dan Fable

Pemerintah AS resmi mencabut aturan izin ekspor bagi model kecerdasan buatan terdepan Anthropic, Mythos dan Fable, mulai Rabu (1/7/2026).

SEANTERONEWS.com – Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut kebijakan wajib izin ekspor untuk dua model kecerdasan buatan (AI) tercanggih besutan Anthropic, yaitu Mythos dan Fable. Keputusan ini mengakhiri masa pembatasan ketat yang sebelumnya sempat memotong akses publik global terhadap teknologi AI paling mutakhir saat ini.

Pihak Anthropic mengonfirmasi akan mulai memulihkan akses publik internasional ke kedua model tersebut mulai hari ini, Rabu (1/7/2026). Langkah pemulihan ini diambil setelah negosiasi panjang dengan otoritas perdagangan AS terkait kepatuhan terhadap regulasi keamanan nasional.

Sebelumnya, pada 12 Juni lalu, pemerintah AS memasukkan model Mythos dan Fable ke dalam daftar teknologi yang dibatasi ekspornya. Regulasi tersebut melarang warga negara asing mengakses kedua model AI tersebut tanpa adanya lisensi khusus dari Gedung Putih.

Karena kepatuhan terhadap aturan tersebut dinilai tidak praktis untuk dijalankan dalam skala operasional massal, Anthropic terpaksa menghentikan akses publik internasional sepenuhnya demi menghindari sanksi hukum.

Setelah berdiskusi intensif selama beberapa pekan, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengumumkan bahwa Anthropic telah menyetujui sejumlah komitmen proaktif.

Perusahaan bersedia memitigasi risiko keamanan siber secara mandiri, berkolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan standar rilis teknologi di masa mendatang, serta wajib melaporkan segala indikasi aktivitas berbahaya yang melibatkan penggunaan AI mereka.

Meskipun kesepakatan ini telah tercapai, sejumlah pakar keamanan siber menyikapi skeptis terhadap motif pembatasan awal yang sempat diterapkan pemerintahan Donald Trump.

Pasalnya, Anthropic sendiri sebenarnya sudah berkomitmen melakukan pengawasan keamanan secara sukarela jauh sebelum regulasi ekspor tersebut diterbitkan. Beberapa analis menilai kebijakan pembatasan sebelumnya lebih tampak sebagai instrumen tekanan politik terhadap para eksekutif Anthropic yang sempat mengkritik pendekatan administrasi Trump terkait pemanfaatan teknologi AI.

Sebagai informasi, Mythos pertama kali dirilis secara terbatas pada April lalu guna menguji kemampuannya dalam mengidentifikasi celah kerentanan perangkat lunak secara aman. Sementara itu, versi publik bernama Fable diluncurkan pada Juni dengan penambahan protokol keamanan siber yang lebih ketat.

Alasan mendasar di balik pelunakan sikap Washington disinyalir kuat didorong oleh ketatnya kompetisi global. Beberapa perusahaan teknologi asal Asia dilaporkan mulai meluncurkan model tandingan mereka sendiri, seperti Fugu dan Tulongfeng, yang mendekati kapasitas komputasi Mythos. Kondisi ini memaksa Gedung Putih melonggarkan regulasi agar sektor AI domestik tetap kompetitif di pasar global.

Dinamika regulasi AI di bawah pemerintahan Trump saat ini dinilai membingungkan para pelaku industri. Pekan lalu, Lutnick sempat membatasi distribusi Mythos hanya untuk klien pilihan yang disetujui Gedung Putih, pendekatan serupa yang juga diterapkan pada model-model terbaru OpenAI.

Inkonsistensi kebijakan ini menuai kritik tajam dari para analis kebijakan teknologi terkemuka, termasuk Dean W. Ball, yang baru-baru ini bergabung dengan tim kebijakan OpenAI.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts