BANDA ACEH – Kebakaran melanda bagian kamar mesin kapal penyeberangan KMP Aceh Hebat 2 saat bersandar di dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada Jumat (12/6/2026) siang. Insiden tersebut mengakibatkan 14 taruna pelayaran yang tengah melakukan praktik belajar di dalam kamar mesin mengalami luka bakar.
Basarnas Banda Aceh memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi ke fasilitas medis terdekat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Al Hussain, mengonfirmasi bahwa operasi penyelamatan darurat langsung dilaksanakan sesaat setelah laporan kecelakaan kapal diterima.
Kecelakaan kapal ini bermula ketika KMP Aceh Hebat 2 tiba di dermaga Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 11.45 WIB. Tiba-tiba, terjadi kebocoran pada pipa atau tabung hidrolik di dalam kamar mesin. Kebocoran cairan tersebut memicu percikan api yang dengan cepat menimbulkan kobaran api di dalam ruangan.
Pada saat kebakaran terjadi, sebanyak 14 taruna pelayaran dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati tengah melangsungkan sesi pembelajaran praktik di dalam kamar mesin. Para taruna didampingi langsung oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) KMP Aceh Hebat 2, Widodo.
Mengingat lokasi kapal yang berdekatan dengan pos siaga SAR berjarak sekitar 20 meter dari posisi sandar KN SAR Kresna 232 di koordinat 5°34’1″N – 95°17’42″E—tim penyelamat bergerak cepat.
Tepat pukul 11.50 WIB, atau hanya berselang lima menit sejak kejadian, kru KN SAR Kresna bersama tim SAR gabungan langsung merapat ke kapal untuk mengevakuasi para taruna yang terjebak di area mesin.
Seluruh korban yang mengalami luka bakar segera dievakuasi menggunakan peralatan penunjang medis darurat (responder bag) dan alat pemadam api ringan (APAR).
Pada pukul 12.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil memindahkan seluruh korban luka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, guna mendapatkan penanganan medis intensif.
Pihak Basarnas Banda Aceh memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sebanyak 15 orang yang berada di lokasi kejadian dinyatakan selamat, meski 14 di antaranya harus menjalani perawatan serius akibat luka bakar.
Berikut adalah data korban luka dari taruna Poltekpel Malahayati:
Muhammad Bilal Ramzi (19 tahun, asal Sabang)
Fakhri Herdieco (19 tahun, asal Binjai)
Muhammad Zulfikar (19 tahun, asal Medan)
Muhammad Al-Farisyi (21 tahun, asal Sigli)
Adit Mursandi (21 tahun, asal Labusel)
Samuel Alvaro Aruan (15 tahun, asal Bukit Lima)
Ridho Ramadhani Saputra (20 tahun, asal Klaten)
Mujibur Rahman (22 tahun, asal DS Baro)
Billy Subana Sitepu (15 tahun, asal Medan)
Reyhan Gunawan (18 tahun, asal Medan)
Iqbal Diansyah (20 tahun, asal Langsa)
Faris Aflandi Pratama (18 tahun, asal Bengkulu)
Soufi Ramadhan (19 tahun, asal Meuraksa)
Muhammad Dio Febrianto (18 tahun, asal Naga Kisar)
Satu korban selamat lainnya adalah Kepala Kamar Mesin KMP Aceh Hebat 2, Widodo, yang mendampingi para taruna selama proses belajar.
Keberhasilan penanganan cepat musibah ini didukung oleh solidnya kolaborasi antara berbagai instansi di lapangan. Unsur-unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini meliputi kru KN SAR Kresna 232, Balai Karantina Pelabuhan, KSOP Malahayati, Polsek Ulee Lheue, serta partisipasi aktif dari masyarakat sekitar pelabuhan.
Seiring dengan tuntasnya proses evakuasi seluruh korban ke rumah sakit rujukan, Kantor Basarnas Banda Aceh secara resmi menutup jalannya Operasi SAR kecelakaan kapal KMP Aceh Hebat 2 pada Jumat siang.










