ACEH SELATAN – Misteri penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengapung di kawasan tanggul Kompleks Pelabuhan Perikanan Ibu (PPI) Keude Meukek akhirnya terpecahkan. Setelah melalui proses identifikasi yang cukup dramatis, pihak kepolisian berhasil mengungkap jati diri korban yang ternyata merupakan warga asal Kabupaten Aceh Utara.
Peristiwa yang menggegerkan warga Gampong Keude Meukek, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan ini bermula pada Jumat petang (22/5/2026) sekitar pukul 18.05 WIB. Mayat tersebut pertama kali terlihat oleh warga setempat dalam posisi terapung di pinggir tanggul pelabuhan.
Segera setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsek Meukek bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Selatan langsung terjun ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Guna keperluan autopsi dan identifikasi, jenazah dibawa ke RSUD Yulidin Away Tapaktuan.
Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Narsyah Agustian, menjelaskan bahwa tim identifikasi sempat menemui kendala teknis di lapangan. Penggunaan perangkat digital Hand Held IPS untuk mengecek biometrik korban tidak membuahkan hasil yang memuaskan.
“Saat proses awal, data yang muncul dari alat tersebut tidak akurat. Kandidat identitas terus berubah-ubah dengan tingkat kecocokan yang sangat rendah,” ujar Iptu Narsyah dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Mengingat metode digital mengalami kendala, petugas bersama dokter piket IGD RSUD Yulidin Away beralih ke pemeriksaan ciri fisik secara mendalam (primer dan sekunder). Kerja keras tim membuahkan hasil sekitar pukul 21.30 WIB setelah adanya informasi dari masyarakat.
Beberapa warga mengenali korban sebagai salah satu pekerja di tambang tradisional yang berlokasi di kawasan Gampong Panton Luas, Kecamatan Sawang. Berdasarkan data tersebut, polisi melakukan pencocokan karakteristik tubuh.
“Melalui pemeriksaan ciri primer seperti tinggi badan, bentuk gigi depan yang spesifik, serta tekstur rambut, tim memastikan bahwa korban adalah Mawardi Bin Abdurrahman,” lanjut Iptu Narsyah.
Berdasarkan data kependudukan yang dikonfirmasi pihak kepolisian, korban diketahui bernama Mawardi (43), beralamat asal di Dusun Tengah, Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.
Selama beberapa waktu terakhir, Mawardi diketahui berdomisili dan bekerja sebagai buruh tambang di Gampong Panton Luas, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, pihak keluarga di Aceh Utara telah dihubungi untuk proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.[]











