SEANTERONEWS.com – Masyarakat Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, kembali dilingkupi rasa cemas akibat kemunculan seekor gajah liar. Satwa dilindungi bertubuh besar tersebut dilaporkan tidak hanya merusak perkebunan, tetapi juga melintasi jalan raya dan mendekati area permukiman penduduk.
Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci, mengonfirmasi bahwa gajah liar tersebut terpantau melintasi Jalan Nasional Bireuen–Takengon, tepatnya di kawasan Kilometer 40. Hewan tersebut bergerak dari arah area perkebunan menuju rumah-rumah warga.
Berdasarkan data dari pihak kepolisian, laporan mengenai kehadiran satwa ini mulai diterima pada Kamis malam, 7 Mei 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, warga setempat sebenarnya telah melihat keberadaan gajah tersebut sejak sore hari di sekitar lingkungan mereka.
“Gajah liar itu terlihat melintasi jalan raya dari arah perkebunan menuju permukiman warga di KM 40 Kampung Negeri Antara,” jelas AKP Suci pada Jumat, 8 Mei 2026.
Intensitas kemunculan gajah yang semakin sering dalam dua hari terakhir memicu kekhawatiran mendalam bagi penduduk setempat, terutama saat malam hari. Warga mengaku kewalahan karena jarak satwa dengan dinding rumah mereka dilaporkan hanya terpaut beberapa meter saja.
Kondisi ini memaksa warga untuk melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri:
Aksi Berjaga Malam: Sebagian warga memilih untuk tidak tidur dan berjaga hingga larut malam guna mencegah satwa masuk ke dalam lingkungan rumah.
Gangguan Arus Lalu Lintas: Pengguna jalan yang melintasi jalur Bireuen–Takengon merasa terganggu dan khawatir akan keselamatan mereka saat satwa tersebut tiba-tiba muncul di badan jalan.
Pihak Kepolisian Sektor Pintu Rime Gayo memastikan akan terus memantau pergerakan gajah liar tersebut di lapangan. AKP Suci mengimbau agar masyarakat tidak mengambil tindakan sepihak yang berisiko memicu amukan satwa liar.
“Warga diminta berhati-hati dan segera melapor apabila kembali melihat keberadaan gajah di sekitar permukiman,” tegasnya.
Fenomena masuknya gajah ke wilayah Pintu Rime Gayo bukanlah hal baru, namun sering kali memicu konflik berkepanjangan antara manusia dan satwa. Hal ini biasanya terjadi ketika gajah keluar dari habitat aslinya dan merambah area produktif milik masyarakat di kawasan pedalaman Bener Meriah.[]









